Suara.com - Peneliti terus berupaya menemukan cara paling efektif dan mudah untuk mencegah Covid-19. Setelah vakasin lewat metode suntik ditemukan, kini peneliti tengah mengembangkan vaksin Covid-19 berbasis pil.
Vaksin Covid-19 berbasis pil telah menunjukkan harapan dalam uji coba awal - keduanya membantu melindungi dari infeksi parah dan mengurangi penularan pada hamster.
Dr Langel dan rekannya bereksperimen dengan kandidat vaksin yang menggunakan adenovirus sebagai vektor untuk mengekspresikan protein lonjakan yang digunakan SARS-CoV-2 untuk mendapatkan akses ke sel.
Adenovirus adalah keluarga besar dari sekitar 50 virus yang diketahui menyebabkan berbagai macam penyakit seperti flu biasa, konjungtivitis, gastroenteritis, infeksi kandung kemih, penyakit multi-organ yang mengancam jiwa pada orang yang rentan secara klinis. Tim mengembangkan formulasi intranasal dan oral kandidat vaksin mereka dan mengujinya pada hamster. Keuntungan dari yang terakhir adalah mudah dikelola.
Dalam penelitian yang menggunakan hamster, vaksin tersebut menimbulkan respons antibodi yang kuat dalam darah dan paru-paru, kata rilis tersebut. Vaksin eksperimental bekerja melalui jaringan mukosa di hidung dan paru-paru — membantu meningkatkan produksi imunoglobulin A, garis pertahanan pertama sistem kekebalan melawan patogen. Ini membantu melindungi hidung dan paru-paru dengan lebih baik, sehingga mengurangi kemungkinan penerima vaksin menularkan virus melalui batuk atau bersin jika terinfeksi.
Ketika terinfeksi Covid-19, hamster yang sebelumnya divaksinasi menunjukkan penurunan viral load dan menunjukkan lebih sedikit tanda kerusakan paru-paru. Tim kemudian mengekspos hamster yang belum disuntik ke rekan-rekan mereka yang telah divaksinasi, dan kemudian terinfeksi.
Tim menemukan bahwa hamster yang tidak divaksinasi menunjukkan tingkat RNA virus yang lebih rendah dan gejala yang lebih ringan ketika terinfeksi melalui rekan-rekan mereka yang divaksinasi daripada hamster yang tidak divaksinasi – menunjukkan bahwa imunisasi membantu mengurangi tingkat penularan.
Tim menguji coba versi oral vaksin mereka pada 35 subjek manusia yang sehat. Hasilnya mengungkapkan bahwa tablet vaksin ditoleransi dengan baik dan menimbulkan respons antibodi mukosa yang kuat khusus untuk protein lonjakan virus Covid. Metode imunisasi oral, tim menambahkan, "harus dipertimbangkan untuk upaya vaksinasi yang meningkatkan kekebalan global terhadap SARS-CoV-2". Studi ini berfokus pada virus SARS-CoV-2 asli, dan studi baru akan dirancang untuk menguji vaksin terhadap varian Omicron.
Baca Juga: Update Covid-19 Global: Selandia Baru Capai 1 Juta Kasus Positif
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa