Suara.com - Chief dari Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Setiaji, S.T., M.Si., mengatatakan bahwa sebagian besar data kesehatan di Indonesia tidak konsisten dan tidak update.
Hal ini karena masih terdapat lebih banyak catatan rekam medis yang tersimpan dalam bentuk kertas dibandingkan digital. Covid-19 memperlihatkan permasalahan sistemik yang harus diperbaiki, di mana peningkatan kapasitas dan resiliensi sistem kesehatan perlu dilakukan.
“Pandemi jadi semacam akselerator buat kita. Kami berharap pandemi ini bisa memberikan langkah-langkah percepatan," kata Setiaji seperti dikutip dalam keterangannya, Senin, (30/5/2022).
Menurut DR. Dr. Fathema Djan Rachmat, Sp.B, Sp.BTKV(K) MPH, Presiden Direktur Indonesia Healthcare Corporation, hanya terdapat sekitar tiga puluh orang programmer yang bergabung dalam timnya, dibandingkan dengan kurang lebih enam ribu anggota staf yang mendukung sistem IT Mayo Clinic di Amerika Serikat. Itu merupakan tantangan besar dalam transformasi digital pelayanan kesehatan.
“Challenge yang paling kita hadapi itu adalah working talent, di mana kita ketemu para dokter yang bisa bekerja bersama-sama dengan IT, dan orang-orang IT yang bisa bekerja dengan orang-orang medis,” jelasnya.
Sementara itu, Simon Lin dari Healthcare Information and Management Systems Society (HIMSS) mengatakan, organisasi nirlabanya telah memulai berbagai proyek dengan Indonesia Healthcare Corporation, Siloam Hospitals Group, serta RS Pondok Indah Group untuk mengukur kematangan maupun kapasitas kesehatan mereka secara digital.
“Kami bertujuan untuk menemukan cara memanfaatkan percepatan kesehatan digital yang sebagian terjadi akibat pandemi,” ujarnya Rabu.
Sebagai informasi, pada tahun kedua Cetak Biru Strategi Transformasi Digital Kesehatan 2024, Healthcare Information and Management Systems Society (HIMSS) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akan berkolaborasi untuk menyempurnakan regulasi, teknologi, sumber daya manusia, dan infrastruktur kesehatan sebagai bagian dari transformasi kesehatan digital negara.
Transformasi ini berfokus pada hasil yang berdasarkan solusi-solusi intelijen pemasaran, meliputi penilaian indikator kesehatan digital. Mengutamakan integrasi dan pengembangan sistem aplikasi data dan layanan kesehatan Indonesia, perbaikan tersebut pada akhirnya akan meningkatkan kualitas kebijakan kesehatan negara, efisiensi pelayanan kesehatan di setiap puskesmas, serta menciptakan ekosistem kesehatan yang kolaboratif antara pemerintah pusat, industri, dan masyarakat Indonesia.
Baca Juga: 4 Manfaat Buah Naga Merah untuk Kesehatan, Salah Satunya dapat Mencegah Anemia
Hasilnya, masyarakat Indonesia akan mengakses layanan telemedicine untuk kondisi medis lainnya secara lebih efisien. Ini didukung sistem big data yang lebih ekstensif berdasarkan identitas kesehatan tunggal. Selama COVID-19, masyarakat telah mendapatkan manfaat dari layanan telemedicine yang tersedia di lebih dari selusin platform online. Ini memungkinkan para pasien untuk berkonsultasi dengan dokter dan menerima obat COVID-19 secara gratis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial