Suara.com - Cacar monyet adalah penyakit langka yang ditemukan di bagian tengah dan barat Afrika, yang ditemukan pada koloni monyet tahun 1958 dan manusia pada tahun 1970.
Pada 7 Mei 2022, Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengumumkan bahwa sebuah kasus cacar monyet telah terdeteksi pada seorang pasien yang telah melakukan perjalanan ke Inggris dari Nigeria.
Sejak itu, Oragnisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kasus cacar monyet ini telah meningkat dengan penyebaran komunitas dan lebih dari 300 kasus di luar Afrika.
Lebih dari 100 kasus cacar monyet itu telah terdeteksi di Inggris, dengan satu anak berakhir dalam perawatan intensif dan infeksi virus ini dikonfirmasi di seluruh Eropa dan AS di antara negara-negara lain.
"Kami terus mendeteksi kasus cacar monyet baru melalui jaringan pengawasan dan layanan NHS kami," kata Dr Susan Hopkins, kepala medis di UKHSA dikutip dari The Sun.
Jika ada yang mencurigai ruam atau luka di tubuh sebagai gejala cacar monyet, mereka harus membatasi kontak dengan orang lain.
Cacar monyet ini sama dengan virus corona Covid-19, yang dikenal sebagai virus zoonosis, yang bisa ditularkan dari hewan ke manusia.
Tapi, Dr Amr Bayoumy, ahli virologi di Universitas Coventry, cacar monyet secara genetik mirip dengan cacar, tetapi tidak terlalu parah.
Cacar monyet adalah endemik di beberapa bagian Afrika, yang berarti selalu konsisten. Ada dua jenis virus, satu yang berasal dari Afrika Barat dan kemungkinan besar menjadi penyebab wabah global dan satu lagi dari Kongo, yang lebih mematikan.
Baca Juga: Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Gangguan Fungsi Jantung, Ini Tandanya!
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern