Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan hampir 200 kasus cacar monyet telah terkonfirmasi secara global.
Kasus-kasus cacar monyet telah ditemukan di lebih dari 20 negara. Tetapi, WHO mengatakan cacar monyet ini adalah wabah yang masih bisa dikendalikan.
Meskipun masih banyak hal yang belum diketahui mengenai pemicu infeksi cacar monyet dan kasus yang dilaporkan kemungkinan kecil.
Dr. Sylvie Briand, direktur penyakit pandemi dan epidemi WHO, menjelaskan bahwa jumlahnya mungkin meningkat dalam beberapa hari mendatang.
Dr. Sylvie Briand mengatakan penyabaran cacar monyet itu kemungkinan disebabkan oleh perubahan perilaku manusia terkait pandemi Covid-19, meskipun WHO masih mencari tahu penyebabnya.
"Ada masih banyak ketidakpastian mengenai masa depan penyakit cacar monyet ini. Karena, kita tidak tahu penularan penyakit ini akan berhenti kapan," kata WHO dikutip dari Fox News.
Secara umum, virus cacar monyet ini menyebar melalui sentuhan atau gigiran hewan liar yang terinfeksi di Afrika barat dan tengah.
Tapi, mantan pemimpin departemen darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kasus cacar monyet di Eropa tampaknya telah menyebar karena aktivitas seksual di rave di Spanyol dan Belgia.
Meskipun ini bukan infeksi menular seksual, penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak pribadi dan seksual.
Baca Juga: 3 Jenis Sayuran Ini Baik untuk Kesehatan Tubuh, Termasuk bagi Penderita Diabetes!
Pihak berwenang Spanyol mengatakan kasus cacar monyet di wilayahnya pun sudah meningkat menjadi 98, termasuk seorang wanita yang awal mula terinfeksinya berhubungan langsung dengan rantai penularan yang sebelumnya terbatas pada pria.
Guna mengobati cacar monyet, beberapa vaksin cacar dan terapi tersedia untuk membantu mencagah atau mengobatinya. Karena, sekarang ini belum ada vaksin yang dikembangkan khusus untuk melawan cacar monyet.
Dr Rosamund Lewis, kepala departemen cacar WHO, mengatakan bahwa sekarang ini belum diperlukan vaksinasi massal, karena cacar monyet tidak terlalu mudah menular.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak