Health / Men
Senin, 06 Juni 2022 | 20:04 WIB
Ilustrasi sunat. [shutterstock]

Suara.com - Khitan atau sunat merupakan kewajiban bagi lelaki Muslim di seluruh dunia. Selain wajib secara agama, sunat terbukti memiliki manfaat kesehatan bagi kaum Adam. Untuk itu kini sunat tak lagi jadi monopoli lelaki Muslim, tapi kaum Adam di seluruh dunia.

Di dunia medis sendiri, sunat atau khitan dikenal dengan istilah sirkumsisi atau tindakan memotong (menghilangkan) sebagian atau seluruh kulit penutup depan penis.

Pertanyaannya kemudian, jika seorang laki-laki baru disunat setelah dewasa atau menikah, bolehkah mereka langsung melakukan hubungan seksual dengan pasangan? Dan adakah waktu ideal untuk berhubungan seks setelah disunat?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO, laki-laki sebaiknya menghindari melakukan hubungan seksual setidaknya 42 hari setelah disunat agar bisa sembuh total.

Melakukan hubungan intim sebelum luka sunat benar-benar sembuh dapat meningkatkan risiko terkena HIV, karena luka terbuka atau peradangan dianggap dapat memfasilitasi penularan atau penularan virus.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Illinois dan Nyanza Reproductive Health Society (NRHS), diketahui 95 persen dari 232 laki-laki yang diteliti perlu waktu enam minggu untuk menyembuhkan luka sunat.

"Hampir 65 persen disembuhkan pada minggu keempat, dan 83 persen disembuhkan pada minggu kelima," kata salah peneliti.

Penelitian itu juga menemukan bahwa laki-laki dengan HIV-positif dan HIV-negatif tidak memiliki perbedaan waktu yang berarti agar luka sunat sembuh.

Secara keseluruhan, hampir 38 persen laki-laki melaporkan melakukan hubungan seks sebelum 42 hari, tetapi lebih dari 81 persen laki-laki melaporkan menggunakan kondom atau melakukan seks setelah luka sembuh.

Baca Juga: Pejabat Inggris Larang Penyintas Cacar Monyet Lakukan Hubungan Seks 8 Minggu Setelah Terinfeksi

Load More