Suara.com - Anda mungkin mengira gejala kanker paru-paru berupa batuk atau sesak napas. Tapi, ada satu bagian tubuh yang bisa menunjukkan gejala kanker paru-paru, yakni jari.
Cancer Research UK telah berbagi bahwa salah satu tanda yang bisa menjadi gejala kanker paru-paru adalah jari clubbing.
Jari clubbing merupakan perubahan bentuk jari dan kuku Anda. Anda mungkin juga pernah mendengar istilah ini dengan jari hippocrates.
Gejala jari clubbing ini cukup umum dialami pasien dengan masalah paru-paru dan jantung, termasuk kanker paru-paru.
Dari warna hingga lekukan, ada beberapa tanda yang berbeda dari jari clubbing. Cancer Research UK dilansir dari Express, menjelaskan perubahan apa yang harus diwaspadai, yaitu:
- Pangkal kuku yang lembut dan kemerahan pada kulit di sekitar kuku
- Sudut antara dasar kuku dan lipatan kuku meningkat, yang menyebbakan kuku melengkung lebih dari biasanya
- Kuku dan kulit di sekitarnya tampak mengkilap dan memiliki tonjolan
- Ujung-ujung jari yang terlihat lebih besar
Tanda-tanda ini biasanya muncul di bagian atas jari kedua tangan Anda. Namun, tanda-tanda ini juga bisa muncul di jari kaki Anda.
Meskipun terkadang butuh waktu bertahun-tahun untuk berkembang, kondisi tertentu memicunya dengan cukup cepat.
Jika Anda mengalami tanda-tanda jari clubbing, segera konsultasikan dengan dokter.
Meski tanda ini merupakan gejala kanker paru yang sudah dikenali, bukan berarti Anda pasti mengidap kanker saat mengalaminya.
Baca Juga: Dokter Ungkap Gejala Khas Cacar Monyet, Muncul Lesi di Telapak Kaki dan Telapak Tangan
Kondisi ini juga bisa menandakan masalah kesehatan lain, seperti kolitis ulserativa hingga penyakit Crohn.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius