Suara.com - Sunat dengan metode laser mungkin sudah umum di masyarakat Indonesia. Tetapi, metode laser yang selama ini digunakan untuk sunat ternyata bukan laser khusus medis.
Dokter spesialis bedah syaraf dr. Mahdian Nur Nasution mengungkapkan, sunat dengan metode laser yang selama ini dikenal masyarakat sebenarnya menggunakan alat elektrokauter berupa lempengan yang dipanaskan.
"Akan tetapi itu bukan sunat laser. Kita gak tahu asal mula itu dari mana," kata dokter Mahdian dalam acara temu media di Klinik Rumah Sunat dr. Mahdian, Jakarta, Senin (13/6/2022).
Lantaran cara kerjanya harus lebih dulu dipanaskan, sehingga panas lempengan tersebut tidak stabil saat memotong kulit penis, jelas dokter Mahdian. Alat itu juga tidak memiliki sinar yang seharusnya ada pada metode laser.
Selain itu, pemotongan kulup penis juga tidak presisi. Sehingga, secara estetik kurang rapi.
"Jadi menyebabkan kasus yang kulit terkelupas, terbakar, itu banyak. Tapi di Indonesia diam-diam saja tidak terekspos," katanya.
Ia menjelaskan bahwa laser sebenarnya kumpulan cahaya panjang dengan gelombang tertentu serta suhu panas dan frekuensi yang bisa diatur dengan mesin.
Klinik miliknya, Rumah Sunat dr Mahdian, diklaim menjadi yang pertama di Indonesia menggunakan laser untuk sunat.
Teknologi laser yang digunakan berasal dari Jerman dengan nama dr. M Optical Maser. Cara kerjanya dengan mengalirkan gelombang elektromagnetik melalui fiber optik yang diproses melalui generator. Sehingga efek potong lebjh presisi dan tanpa luka bakar.
Baca Juga: Pertama di Asia, Thailand Legalkan Tanam dan Konsumsi Ganja
"Risiko komikasi juga minimal. Jadi lebih aman karena tidak menimbulkan panas yang bisa menyebabkan luka bakar. Serta tidak menyebabkan kerusakan jaringan," paparnya.
Menurut dokter Mahdian, sunat dengan metode laser cocok dilakukan pada anak maupun dewasa. Sebab pengerjaannya yang hanya memakan waktu kurang lebih tiga menit, tanpa jahitan, serta dengan pendarahan yang sangat minimal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab