Suara.com - Setiap ibu hamil tentu menginginkan hal terbaik untuk kehamilan, dan bayi yang ada di dalam kandungannya. Namun baru-baru ini, seorang perempuan mendapat kritik keras dari warganet, setelah terlihat masih menghisap vape arau rokok elektrik meski ia sedang hamil.
Perempuan bernama Eve Roberts tersebut memang sedang menantikan kehadiran anak pertamanya dan baru-baru ini ia menghadiri sebuah festival, di mana ia mengunggah video tariannya di acara tersebut di TikTok miliknya.
Beberapa warganet yang jeli melihat bahwa dia memegang vape di tangannya dan menanyakan hal tersebut di kolom dengan satu tulisan, "Hamil dengan vape di tanganmu?."
Membaca hal tersebut, seperti dilansir The Sun, Eve pun langsung membuat video lainnya untuk merespon pertanyaan itu.
"Ini adalah hal lain yang benar-benar mengganggu saya. "Saya pergi ke festival dan saya membeli vape untuk hari itu. Anda tidak tahu apa-apa tentang saya, Anda tidak tahu percakapan saya dengan bidan saya," ucapnya.
"Jadi saya tidak mengerti bagaimana orang selalu berpikir tidak apa-apa untuk menunjukkan yang sudah jelas," ungkapnya lagi.
"Ya, aku punya vape di tanganku. Saya tidak peduli, seperti saya benar-benar tidak peduli." Dia melanjutkan dengan bersikeras bahwa "tidak ada bukti" bahwa vaping saat hamil menyebabkan kerusakan.
"Itu tidak membahayakan bayi saya, tidak ada bukti bahwa vape membahayakan bayi, sebagai permulaan. Saya tahu banyak orang yang terus melakukan vape dan saya benar-benar tidak melihat masalahnya," katanya lagi.
Respon ini pun membuat semakin banyak orang ikut berkomentar dengan beberapa bersikeras bahwa vaping lebih baik daripada merokok selama kehamilan.
Baca Juga: Alami Jerawat saat Hamil seperti Ria Ricis? Berikut Obat yang Aman Digunakan
"Bukan urusan orang lain apa yang kamu lakukan!," salah satu menulis.
"Semua teman hamil saya disarankan untuk vape daripada merokok saat hamil," tambah yang lain.
"Vape benar-benar baik-baik saja, lebih aman bagi banyak wanita untuk vape daripada berhenti karena alasan kesehatan mental, ditambah vape jauh lebih aman," tambah warganet.
Tetapi yang lain bersikeras bahwa perempuan yang masih menghisap vape saat hamil dapat membahayakan bayinya tanpa menyadarinya.
"Setiap kali Anda melakukan vape seperti 5 detik waktu bayi Anda tidak mendapatkan oksigen, tetapi saya tidak menilai sama sekali!!" satu menulis.
Terkait hal tersebut, National Health Service menulis situs web mereka, bahwa masih ada beberapa hal yang tidak kita ketahui tentang rokok elektrik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata