Suara.com - Tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika kekuatan darah jangka panjang yang mendorong dinding arteri Anda secara konsisten terlalu tinggi.
Kondisi ini yang terlihat jinak bisa meningkatkan risiko penyakit jantung seiring waktu. Karena itu, penting untuk menjaga tekanan darah tinggi di bawah kontrol dan diet.
Anda harus paham makanan yang harus dikonsumsi dan dihindari oleh penderita tekanan darah tinggi. Karena, ada risiko kesehatan tersembunyi dalam makanan sehari-hari yang Anda konsumsi.
Sejauh ini dilansir dari Express, garam merupakan penyebab utama tekanan darah tinggi yang juga ada dalam makanan bergizi.
Tapi, zaitun dan acar yang biasa ditambahkan dalam salad dan dinilai menyehatkan justru lebih buruk dari garam bagi penderita tekanan darah tinggi.
Selain kedua bahan makanan itu, ada pula makanan tinggi garam lainnya yang buruk bagi penderita tekanan darah tinggi, antara lain:
- Teri
- Keju
- Daging
- Udang
- Kacang asin dan panggang
- Ikan asin
- Ekstrak ragi
- Salami
- Daging asap dan ikan
Ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa asupan garam terkait dengan perkembangan hipertensi, terutama peningkatan tekanan darah seiring bertambahnya usia.
Menurut Action on Salt, diet tinggi garam mengganggu keseimbangan natrium alami dalam tubuh.
"Hal ini menyebabkan retensi cairan yang meningkatkan tekanan yang diberikan oleh darah terhadap dinding pembuluh darah (tekanan darah tinggi)," jelasnya.
Baca Juga: WHO Selidiki Temuan Virus Cacar Monyet di Cairan Sperma
Menurut pedoman kesehatan Inggris, orang dewasa harus makan tidak lebih dari 6g garam sehari (2,4g natrium) atau sekitar satu sendok teh.
Diperkirakan juga bahwa pengurangan asupan garam dari 10g sehari menjadi 6g akan mengurangi tekanan darah dan menyebabkan 16 persen pengurangan kematian akibat stroke dan 12 persen pengurangan kematian akibat penyakit jantung koroner.
Mengurangi garam adalah salah satu cara tercepat untuk menurunkan tekanan darah Anda, terutama jika Anda sudah memiliki tekanan darah tinggi.
"Konsumsi makanan rendah lemak yang mencakup banyak serat, seperti nasi gandum, roti dan pasta, dan banyak buah dan sayuran juga membantu menurunkan tekanan darah," jelas NHS.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa