Suara.com - Hampir setiap orang memiliki idola dan pernah melakukan fangirling atau fanboying pada aktor, aktris, atau penyanyi.
Namun tahukah Anda perbedaan antara menjadi penggemar dan terobsesi dengan seseorang? Menurut ahli, obsesi terhadap idola bisa menjadi tanda sindrom pemujaan selebriti atau celebrity worship syndrome.
Dilansir Times of India, celebrity worship syndrome merupakan gangguan obsesif adiktif di mana seseorang menjadi terlalu terlibat dalam kehidupan seorang selebriti.
Ini adalah perasaan ekstrem di mana seseorang merasa terlalu terikat dengan seorang selebriti.
Menurut Celebrity Attitude Scale, ada tiga tingkatan fenomena ini, yakni entertainment-social, intens-personal, dan borderline-pathological.
Entertainment social merupakan jenis pemujaan yang paling tidak diperhatikan karena mengacu pada tingkat obsesi yang relatif rendah.
Intense personal adalah obsesi tingkat menengah yang terkait dengan neurotisme serta perilaku yang berkaitan dengan psikotisme.
Sementara borderline pathology merupakan tingkat pemujaan selebriti paling parah karena melibatkan sikap dan perilaku patologis, termasuk kesediaan untuk melakukan kejahatan atas dasar sang selebriti atau siap mengeluarkan uang untuk produk apa pun yang digunakan oleh selebriti.
Tanda yang perlu diwaspadai adalah:
Baca Juga: Tampil Elegan, Intip Gaya Busana Para Pemenang Obsesi Award 2022
- Terus-menerus terobsesi dengan selebriti dan menguntit mereka secara online
- Selalu mencari di mana selebriti favorit berada
- Mau tak mau akan mencari tahu lebih banyak tentang selebriti favorit
- Duniamu hanya berputar di sekitar selebriti
- Hampir tidak khawatir dengan diri sendiri dan lebih peduli terhadap keberadaan selebriti
Bentuk ekstrem lain dari celebrity worship syndrome adalah erotomania, yang mana 'pengidap' mulai percaya bahwa selebriti yang mereka sukai jatuh cinta pada mereka.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang yang terlalu memuja selebriti favorit mereka berisiko mengalami kesulitan psikologis yang parah. Itulah sebabnya mendapat bantuan profesional merupakan cara terbaik untuk mengatasi kondisi ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru