Suara.com - Diabetes merupakan kondisi kronis yang dapat menyebabkan sejumlah komplikasi kesehatan, seperti penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, dan perlemakan hati noalkohol.
Peningkatan risiko perlemakan hati akibat diabetes tipe 2 disebabkan oleh kadar gula yang tinggi dalam darah dapat merusak hati, dan resistensi insulin juga bisa menyebabkan lemak menumpuk di hati.
Tanda peringatan perlemakan hati
Kebanyakan perlemakan hati tidak terkait dengan gejala apa pun sampai berkembang menjadi sirosis atau gagal hati.
Namun, berikut tanda umum perlemakan hati, dilansir The Health Site:
- Memiliki perut gemuk: Banyaknya penumpukan lemak di sekitar pinggang bisa menjadi tanda bahwa orang tersebut menderita penyakit hati berlemak.
- Lelah sepanjang waktu: Pelemakan hati dapat membuat penderitanya merasa lelah sepanjang waktu.
- Nafsu makan buruk: Kehilangan nafsu makan bisa menjadi tanda bahwa hati tidak dapat memproses lemak secara baik.
- Nyeri di perut: Beberapa penderita perlemakan hati mengeluhkan nyeri di perut sisi kanan atas.
Diagnosis perlemakan hati bisa dari tes darah atau pencitraan. Namun, USG perut oleh dokter radiologi merupakan cara termudah mendiagnosis adanya lemak di hati.
Pengobatan perlemakan hati dan diagnosis dini dapat mencegah komplikasi serius, seperti sirosis atau gagal hati. Karenanya, penting bagi penderita diabetes untuk melakukan USG di perut dan tes fungsi hati.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak