Suara.com - Meski sudah lanjut usia atau lansia maka bukan berarti berhenti bergerak dan jadi mengurangi aktivitas fisik. Malah olahraga untuk lansia tetap perlu dilakukan.
Dikatakan Dr. dr. Febriana Catur Iswanti, M.Biomed bahwa setiap kelompok umur wajib melakukan aktivitas fisik, baik anak, remaja, dewasa maupun lansia.
Khusus untuk lansia di atas 65 tahun, selain diminta melakukan olahraga atau aktivitas fisik dasar, sebaiknya kegiatan ditambah dengan melakukan latihan keseimbangan.
"Bagi lansia dengan usia 65 tahun ke atas hampir sama dengan yang dewasa, tetapi ditambah dengan latihan keseimbangan untuk membantu lansia ketika mereka mulai terjadi gangguan keseimbangan," ujar Dr. Febriana dalam acara diskusi PMIB FKUI (Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia), Sabtu (25/6/2022).
Sehingga aktivitas fisik dasar lansia yang harus dilakukan adalah 150 hingga 300 menit per minggunya, dengan intensitas sedang seperti orang dewasa.
"Ataupun aktifitas dengan intensitas berat 75 hingga 150 menit per minggu, kemudian ditambah dengan latihan penguatan otot minimal dua kali per minggu," ujar Dr. Febriana.
Perlu diketahui, lansia juga mendapatkan ancaman berbagai penyakit seperti osteoporosis (pengeroposan tulang), nyeri sendi, kardiovaskular atau penyakit jantung.
Sehingga aktivitas fisik perlu dilakukan untuk mencegah sekaligus menangani berbagi penyakit tersebut. Inilah sebabnya banyak bertebaran senam osteoporosis untuk lansia, agar bisa beraktivitas sehari-hari dan kualitas hidup lebih baik.
"Banyak pilihan untuk aktivitas fisik dan itu bisa dipilih oleh anak-anak hingga lansia, kemudian bisa penguatan otot menggunakan penambah beban. Kemudian bisa latihan keseimbangan melalui yoga atau jenis latihan keseimbangan lainnya," paparnya.
Baca Juga: Jangan Sepelekan, Ini 4 Tips untuk Meningkatkan Kualitas Tidur
Tidak hanya lansia, bahkan fase anak usia 5 hingga 7 tahun juga disarankan melakukan aktivitas fisik seperti bermain, berlari dan melompat selama 60 menit per hari, dengan intensitas sedang maupun berat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026