Suara.com - Sejauh ini, kebanyakan orang mengira jutaan sel sperma telah berlomba-lomba mencapai sel telur yang siap dibuahi sehingga terjadilah kehamilan.
Faktanya, sel sperma tidak pernah "balapan" atau berlomba-lomba mencapai sel telur lebih dulu untuk melakukan pembuahan.
Sebaliknya, dilansir dari Bright Side, sel telur wanita justru memiliki kendali untuk memilih jenis sperma yang diinginkannya dan diizinkan untuk melakukan pembuahan.
Seorang ilmuwan, Dr. Joseph H. Nadeau, mengatakan sel telur wanita itu tidak hanya tunduk dan jinak begitu saja dengan sperma. Sel telur justru memainkan peran kunci dalam proses reproduksi.
Menurut Pacific Northwest Research Institute, sel telur wanita justru yang memilih untuk mendukung atau menghempas sperma alias membuat seleksi seksual pada tingkat sel itu sendiri lebih kompleks.
Berdasarkan hukum mendel, proses ini disebut sebagai hukum segregasi yang juga disebut hukum pewarisan yang menyatakan bahwa setiap orangtua membawa dua salinan dari setiap gen.
Langkah selanjutnya disebut proses fertilisasi acak, di mana gen-gen ini dibagi secara acak yang hanya membawa satu salinan. Namun, penelitian terbaru membantah hal tersebut.
Dr. Nadeau melakukan dua eksperimen terpisah yang mengisyaratkan teori berbeda. Tujuannya untuk menghasilkan rasio kombinasi gen tertentu yang dapat diprediksi pada keturunannya
Dalam penelitian, ia pertama kali memberi tikus betina satu gen normal dan satu gen mutan yang meningkatkan kemungkinan terkena kanker testis. Tikus jantan memiliki semua gen normal. Hasil yang diperoleh pun sesuai dengan hukum Mendel.
Baca Juga: Kenali Faktor Risiko Stroke Ringan, Kondisi yang Diam-Diam Dialami Pelawak Doyok
Pada eksperimen kedua, ia memberi tikus jantan gen kanker mutan dan gen normal pada tikus betina. Ia mendapatkan hasil hanya 27 persen yang menerima versi mutan, lebih jauh dari yang diharapkan sebesar 75 persen.
Dr Nadeau pun menarik dua kesimpulan dari dua eksperimen tersebut, antara lain:
1. Daya tarik antara sperma dan sel telur sebagian besar melibatkan molekul asam folat
Metabolisme vitamin B atau asam folat berbeda dalam sel telur dan sperma. Perubahan-perubahan ini mungkin menjadi faktor penentu daya tarik antara sperma dan sel telur.
2. Sperma sudah ada di saluran reproduksi wanita saat menuju sel telur
Telur mungkin tidak sepenuhnya berkembang selama waktu ini. Jadi, ada kemungkinan sel telur memengaruhi pembelahan sel ini sehingga gennya juga cocok untuk sperma.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?