Suara.com - Seorang balita bernama Mia Wilkinson (9) asal Australia berubah dari gadis kecil yang sehat menjadi sakit kritis dalam waktu 48 jam atau dua hari. Perubahan signifikan ini terjadi akibat flu.
Kisahnya bermula pada 2017 silam. Sore hari setelah ia bermain di luar rumah, Mia mengeluh sakit perut dan ketika makan malam, ia muntah.
Keesokan paginya sang ibu, Amy Wilkinson, membawa putrinya ke dokter umum. Mia, yang saat itu berusia lima tahun, didiagnosis sakit gastroenteritis atau flu perut.
Namun kondisinya tidak membaik. Mia justru menjadi disorientasi dan kakinya sakit, lapor New York Post.
Orangtuanya pun membawa Mia ke rumah sakit. Di sana, dokter mendiagnosis Mia terinfeksi influenza B dan virus myositis (kelemahan otot dan nyeri). Sang dokter memulangkan Mia untuk beristirahat.
Dua hari setelahnya, Mia mengalami ruam ungu samar di kakinya. Ia pun kembali diperiksakan ke rumah sakit, kali ini di unit perawatan intensif anak.
Dokter mendiagnosis Mia terkena sepsis.
"Sepsis adalah suatu kondisi di mana infeksi seperti yang terjadi pada Mia telah berpindah dari satu bagian tubuh Anda dan kemudian membanjiri seluruh tubuh, dan itu menjadi situasi yang sangat kritis," jelas kepala perawat dan petugas kebidanan Australia, Alison McMillan.
Menurut McMillan, sepsis bisa berakibat fatal atau berdampak besar pada kesehatan anak.
Baca Juga: Alami Gejala Flu, Menteri Kesehatan Taiwan Positif Covid-19
Keesokan paginya, tangan dan kaki Mia berubah menjadi gelap. Tekanan darahnya sangat rendah dan dia membutuhkan obat untuk memperbaiki kondisi otak serta organ vitaknya yang lain.
Tetapi obat tersebut mengurangi aliran darah ke lengan dan kakinya.
Setelah enam hari menggunakan alat bantu hidup, Mia mulai bernapas sendiri dan dia terbangun. Dia selamat.
Namun, seiring berjalannya waktu, tingkat kerusakan pada tangan dan kakinya menjadi lebih jelas. Anggota tubuhnya juga banyak yang menghitam.
Lebih dari seminggu kemudian, lengan di bawah siku diamputasi dan sekitar dua bulan setelahnya kakinya di bawah lutut juga diamputasi.
Dari insiden putrinya, pasangan Peter dan Amy Wilkinson mengimbau para orangtua lain untuk mengimunisasi anak-anak mereka dengan vaksin flu dan mewaspadai komplikasi dari penyakit yang terjadi pada anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik