Rumor: vasektomi sama dengan kebiri atau pemotongan sebagian atau seluruh organ kelamin laki-laki.
Faktanya: vasektomi bukan proses kebiri. Vasektomi adalah penutupan saluran sperma kiri dan kanan agar cairan mani yang dikeluarkan saat ejakulasi tidak lagi mengandung sperma. Pada vasektomi, buah zakar testis tetap memproduksi hormon testosteron, dengan demikian vasektomi tidak sama dengan kebiri.
4. Tubektomi
Rumor: tubektomi dianggap sebagai prosedur mengangkat rahim.
Faktanya: tubektomi hanya prosedur pengangkatan rahim tapi hanya memotong atau mengikat saluran telur. Sehingga perempuan masih dapat haid setelah melakukan tubektomi.
5. Suntik Progentin (3 bulanan)
Rumor 1: penggunaan suntik dapat menyebabkan rahim kering atau tidak subur setelah tidak menggunakan.
Faktanya: penggunaan suntik tidak menyebabkan rahim kering. Diperlukan waktu rata-rata 10 bulan setelah suntik terakhir bagi pengguna agar dapat kembali subur.
Rumor 2: kontrasepsi suntik menyebabkan perempuan menjadi infertil atau mandul.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Kontrasepsi yang Bikin Ukuran Payudara Jadi Lebih Besar
Faktanya: mungkin terdapat keterlambatan dalam kembalinya kesuburan setelah berhenti menggunakan kontrasepsi suntik progestin. Tetapi pada waktunya perempuan akan dapat kembali hamil seperti sebelumnya. Pola menstruasi sebelum perempuan menggunakan kontrasepsi suntik progestin secara umum kembali dalam beberapa bulan, setelah suntik terakhir, meski ia tidak menstruasi selama menggunakan suntik.
6. Pil KB Kombinasi
Rumor 1: pil kombinasi yang diminum dalam jangka waktu panjang dapat menumpuk di badan.
Faktanya: kandungan hormon dalam pil kombinasi yang diminum akan dipertahankan oleh tubuh dalam keadaan stabil dan secara rutin juga akan dikeluarkan dari tubuh melalui air kencing dan buang air besar.
Rumor 2: pil KB kombinasi menyebabkan perempuan mengalami banyak pertambahan atau penurunan berat badan.
Faktanya: berat badan berubah secara alami sejalan dengan perubahan kondisi kehidupan dan seiring bertambahnya usia. Temuan studi menunjukkan bahwa kontrasepsi pil kombinasi rata-rata tidak mempengaruhi berat badan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan