Suara.com - Ketika anak tersedak benda asing lewat mulut maupun hidung, respon alami kebanyakan orang tua tentu akan panik. Tetapi, jangan sekali-kali mencoba keluarkan benda asing itu sendiri tanpa bantuan tenaga medis.
Sebab, bisa jadi benda tersebut justru akan melukai organ dalam anak, apalagi jika teksturnya tajam.
"Kalau anak kecil atau balita tersedak, pertolongan pertama yang paling bijaksana adalah segera membawa ke UGD Rumah Sakit setempat. Syukur itu kalau ada dokter paru yang punya bronkoskop, kalau tidak, akan dirujuk ke rumah sakit yang ada dokter paru dengan bronkoskopi," kata KSM paru, divisi pulmonologi paru dan gawat darurat nafas RSUP Persahabatan dr. Muhammad Fahmi, Sp.P(K)., dalam webinar virtual, Kamis (7/7/2022).
Bronkoskopi merupakan tindakan medis dengan melakukan visualisasi trakea dan bronkus yang dimasukan lewat mulut. Sehingga saat mengambil benda asing dari dalam tubuh tidak perlu dilakukan pembedahan.
Pada dasarnya, pertolongan pertama tersedak sama saja pada setiap usia. Dokter Fahmi mengingatkan, terpenting jangan panik hingga berusaha untuk mengeluarkan benda itu sendiri.
"Karena itu malah menjadi bencana untuk pasien, kalau dia terluka bisa merepotkan," kata dokter Fahmi.
Orang di sekitar pasien yang memgalami tersedak juga bisa berperan dengan ikut menenangkan.
"Yang boleh mengeluarkan benda asing dari saluran napas hanya dokter spesialis paru, maka secepatnya bawa ke dokter spesialis paru," imbuhnya.
Apabila ingin memberi makan atau minum sebenarnya tidak bermasalah, lanjutnya. Sebab, tersedak benda asing biasanya tersangkut pada saluran napas, yang itu berbeda jalurnya dengan saluran pencernaan.
Baca Juga: Murid SMP Meninggal karena Tersedak Bakso Tusuk, Kepala Sekolah Beberkan Kronologi
Dokter Fahmi menjelaskan bahwa saluran napas akan melewati tenggorokan, sedangkan makanan dan minuman melalui jalur kerongkongan.
"Tapi kita menganjurkan untuk pasien puasa, karena kita akan melakukan tindakan bronkoskopi yang membutuhkan anestesi harus dibius umum. Pasien harus persiapan dengan puasa minimal 6 jam," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh