Health / Konsultasi
Kamis, 07 Juli 2022 | 22:42 WIB
Ilustrasi virus corona. [Antara]

Suara.com - Pemerintah Meksiko mencatat adanya tren peningkatan kasus COVID-19 selama tiga bulan terakhir. Kabar baiknya, peningkatan ini tidak dibarengi dengan kenaikan rawat inap dan kematian.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Sekretaris Pencegahan dan Pemeliharaan Kesehatan Meksiko Hugo Lopez-Gatell pada Selasa (5/7).

"Kecenderungan kuat (peningkatan kasus) ini terus berlanjut, dengan jumlah kasus meningkat lebih signifikan dibandingkan kasus rawat inap," kata Lopez-Gatell kepada wartawan di Istana Nasional di Mexico City.

Jumlah pasien di unit-unit COVID-19 di rumah sakit saat ini tercatat 10 persen, sementara di unit perawatan intensif tercatat 3 persen, kata Lopez-Gatell.

Sementara itu, Meksiko saat ini mencatat rata-rata 12 kasus kematian harian terkait COVID-19, dengan tingkat kematian yang tinggi di antara orang-orang dengan penyakit kronis, lansia dan orang yang tidak divaksin.

Sejauh ini, 77 persen penduduk berusia 5 tahun ke atas di negara tersebut telah mendapatkan vaksin COVID-19.

Hingga Senin (4/7), Meksiko melaporkan total 6.093.835 kasus terkonfirmasi COVID-19 dan 325.793 kematian terkait infeksi virus corona.

Update Covid-19 Global

Update Covid-19 global mengabarkan Inggris yang mulai memberikan vaksinasi dosis keempat untuk lansia (lanjut usia) berusia 50 tahun ke atas.

Baca Juga: Australia Perluas Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis 4 untuk Tekan Omicron

Data Worldometers, Kamis (7/7/2022) mencatat infeksi baru masih bertambah 720 ribu kasus baru sehari, 1.189 orang yang baru saja meninggal dunia.

Kini total yang sudah terinfeksi ada 557 juta orang dan 6,3 juta diantaranya meninggal dunia. Jumlah orang yang bisa menularkan virus atau kasus aktif tercatat masih ada 19,5 juta orang.

Mengutip Mirror, Inggris sedang melakukan perluasan dan kelayakan vaksinasi berdasarkan rekomendasi Joint Committee on Vaccination and Immunisation (JCVI), salah satunya masyarakat berusia di atas 50 tahun berkesempatan mendapatkan vaksin booster kedua atau vaksin Covid-19 dosis keempat.

Anggota JCVI, Prof. Adam Finn enggan memberi informasi lebih lanjut, tapi menurutnya suntikan booster terbaru cukup terlambat untuk melindungi dari lonjakan Covid-19 saat ini.

"Karena sedikit orang dewasa muda dan anak-anak yang sakit parah, sangat sedikit keuntungan yang didapat saat mengimunisasi mereka," ujar Prof. Finn.

Load More