Suara.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi kerap jadi cikal bakal berbagai penyakit kronis seperti jantung dan stroke. Tapi jangan khawatir, karena sesungguhnya kita dapat menurunkan tekanan darah tinggi dengan cara yang cukup mudah dan sederhana, yaitu berjalan kaki.
Berjalan kaki tidak hanya bermanfaat untuk memperkuat otot, tulang, dan menurunkan berat badan. Menurut makalah penelitian yang diterbitkan Current hypertension Reports, aktivitas fisik yang teratur terkait dengan tekanan darah lebih rendah.
Manfaat aktivitas fisik berjalan kaki ini juga berlaku bila dilakukan di dalam atau di luar ruangan sekalipun.
"Kami sering menyarankan pasien kami melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat, dan itu termasuk berjalan kaki," ujar Anggota American College of Cardiology, Dr. Mahmoud Al Rifai, mengutip Live Science, Jumat (8/7/2022).
Penelitian dalam Database of Abstracts of Reviews of Effects, dengan berbagai uji coba menyimpulkan berjalan kaki bisa menurunkan berat badan, tekanan darah sistolik dan diastolik.
Menurut CDC, tekanan darah sistolik adalah tekanan darah di arteri saat jantung berdetak. Sedangkan tekanan darah diastolik adalah tekanan darah di arteri saat jeda di antara detak jantung.
"Pembuluh darah dikelilingi oleh sel otot polos, dan ini adalah sel otot yang bisa berkontraksi dan rileks. Ini menentukan sel otot bisa berkontraksi dan rileks, dan jumlah yang seharusnya," jelas Dr. Al Rifai.
Sehingga jika berjalan cepat, maka bisa meningkatkan tekanan darah, sedangkan berjalan perlahan bisa menurunkan tekanan darah.
"Berjalan dianggap menurunkan tonus pembuluh darah," tutupnya.
Baca Juga: Tanpa Obat, Ini 5 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Masalah Tekanan Darah Tinggi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya