Suara.com - Lucinta Luna kembali menjadi perbincangan publik setelah mengabarkan baru selesai menjalani operasi 'pemotongan leher' untuk menghilangkan 'khodam' alias jakun.
Kabar Lucinta Luna operasi 'pemotongan leher' itu disampaikan sendiri lewat unggahan video di akun Instagram pribadi.
Dalam video tersebut Lucinta Luna memperlihatkan bagian kepala sampai lehernya yang dibalut perban. Bahkan ada ceceran darah di beberapa tempat bagian perban tersebut. Lantas bagaimana prosedur operasi 'potong Leher' Lucinta Luna tersebut? Yuk simak saja selengkapnya berikut ini.
Jenis Operasi Leher Lucinta Luna
Operasi 'pemotongan leher' yang dilakukan Lucinta Luna dalam dunia medis disebut dengan Chondrolaryngoplasty atau Trachea Shave (pemotongan trakea).
Prosedur memotong trakea ini merupakan jenis operasi feminisasi wajah yang digunakan untuk mengurangi ukuran jakun. Biasanya operasi ini dilakukan oleh wanita trans, orang trans non-biner dan wanita cigender.
Menurut sumber, operasi pemotongan trakea ini dilakukan untuk mengurangi ukuran tonjolan laring yang terletak di atas kelenjar tiroid di tengah tenggorokan. Penonjolan laring yang dimaksud ini lebih sering disebut jakun.
Selama pemotongan trakea, tulang rawan tiroid dikeluarkan dari bagian depan laring. Diketahui peran tulang rawan tiroid itu adalah untuk melindungi pita suara dari kerusakan atau ketegangan.
Bagaimana Prosedur Operasi Potong Leher Lucinta Luna Dilakukan?
Baca Juga: Kondisi Terbaru Lucinta Luna setelah Operasi "Potong Leher" Dibilang Kayak Zombi
Sebelum operasi, dokter ahli melakukan evaluasi secara medis lewat beberapa tes diagnostik untuk menentukan apakah pasien tersebut cukup sehat guna menjalankan operasi. Tes diagnostik yang dilakukan tersebut termasuk termasuk elektrokardiogram (EKG) dan tes darah.
Kemudian dokter juga menanyakan perihal obat-obatan atau suplemen yang rutin dikonsumsi selama ini termasuk jenis yang dijual bebas di masyarakat.
Bagi pasien yang rutin mengonsumsi aspirin atau obat apapun yang menyebabkan pendarahan atau menghambat pembekuan darah, maka dokter akan meminta untuk berhenti mengonsumsinya sebelum prosedur operasi dilakukan.
Selain itu pasien yang merokok atau vape, dokter akan meminta untuk berhenti setidaknya beberapa hari sebelum operasi.
Tak hanya itu, pasien pun akan menerima instruksi tertulis yang menunjukkan kapan harus berhenti makan dan minum sebelum prosedur operasi dilakukan.
Prosedur Operasi Pemotongan Trakea
Operasi pemotongan atau pencukuran trakea ini biasanya dilakukan dengan anestesi umum dengan dibutuhkan sekitar 30 menit hingga 1 jam dari awal hingga akhir.
Dalam prosesnya, pertama kali dokter bedah akan membuat sayatan horizontal kecil di bawah dagu atau rahang, tepat di lipatan kulit.
Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bekas luka tidak akan terlihat di kemudian hari.
Berikutnya sebuah kamera kecil akan dimasukkan ke dalam sayatan yang berguna untuk menemukan tulang rawan tiroid dan pita suara. Lalu tulang rawan tiroid dan batasnya akan dicukur dan dibuang.
Dokter bedah akan berhati-hati melakukan tindak operasi pemotongan ini agar tidak menyentuh pita suara. Setelah selesai, sayatan akan dijahit tertutup.
Pasca Operasi Pemotongan Trakea
Saat operasi telah selesai dilakukan, pasien dibawa ke ruang pemulihan dan diamati selama beberapa waktu sebelum dipulangkan.
Jika pasien memiliki beberapa prosedur feminisasi wajah yang dilakukan sekaligus, maka kemungkinan harus menginap semalaman di rumah sakit.
Sama halnya seperti operasi apapun, dianjurkan agar pasien beristirahat selama satu atau dua hari, menghindari aktivitas berat dan bernyanyi atau bicara dengan keras.
Selama masa pemulihan pasca operasi, pasien harus mengonsumsi makanan lunak atau diet cair sampai tenggorokan terasa nyaman saat menelan.
Efek Samping Pasca Operasi Pemotongan Trakea
Seperti yang dirasakan Lucinta Luna pasca operasi, tindakan pemotongan trakea atau jakun itu membuat tenggorokannya menjadi lebih sakit untuk menelan makanan.
Selain rasa sakit di tenggorokan, ada beberapa efek samping pasca operasi pemotongan trakea yang mungkin terjadi pada pasien seperti berikut ini:
- Pembengkakan
- Memar
- Sakit Tenggorokan
- Suara Lemah
- Kesulitan Menelan
Selain beberapa efek samping tersebut, ada juga beberapa potensi risiko yang bisa terjadi dari prosedur operasi pemotongan trakea ini. Di antaranya delirium pasca operasi dan masalah pernapasan, terlalu banyak tulang rawan tiroid terbuang dan bekas luka yang terlalu menonjol.
Untuk mencegah hal-hal tak diinginkan, pasien harus mengikuti intruksi dan selalu berkonsultasi dengan dokter penanggung jawab. Itulah prosedur operasi 'potong leher alias potong trakea Lucinta Luna. Bagaimana tanggapan kalian?
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Sebelum Operasi, Lucinta Luna Sempat Promosi Baju-Baju Cewek Kue, Yuk Intip Detailnya!
-
Lucinta Luna Kurban Sapi Setelah Operasi Hilangkan Jakun: Sebelum Idul Adha Qurban Leher Sendiri
-
Kondisi Terbaru Lucinta Luna setelah Operasi "Potong Leher" Dibilang Kayak Zombi
-
Mengejutkan! Kondisi Terkini Lucinta Luna, Hanya di Kursi Roda Tanpa Bisa Lakukan Ini
-
Setelah 'Ganti Kepala', Kini Lucinta Luna Lakukan Operasi 'Potong Leher', Rupanya Segini Harganya!
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru