Suara.com - Pemerintah Indonesia melalui kerjasama antara Kemenkes dengan Kemendikbud Ristek, berencana meningkatkan kuota jurusan kedokteran di tingkat perguruan tinggi atau universitas.
Hal ini dilakukan untuk memenuhi jumlah dokter Indonesia agar sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia WHO, yakni 1 dokter berbanding 1.000 penduduk.
Ini artinya, jika jumlah penduduk Indonesia ada 270 juta jiwa, maka dibutuhkan 270 ribu dokter yang dapat melayani masyarakat. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.
"Saat ini jumlah dokter yang dibutuhkan di Indonesia sekitar 270 ribu, sementara saat ini baru ada sebanyak 140 ribu. Artinya masih ada kekurangan dokter sebanyak 130 ribu," katanya, melalui keterangan yang diterima Suara.com, Rabu (13/7/2022).
Kata Menkes Budi, masalah di Indonesia bukan karena minat menjadi dokter yang rendah, tapi kuota jurusan atau lulusan kedokteran yang sangat terbatas, yakni hanya 12 ribu dokter per tahun.
Inilah sebabnya kuota jurusan kedokteran di Indonesia perlu ditambah, karena jika tidak Indonesia butuh 10 tahun untuk bisa memenuhi standar WHO, terkait jumlah dokter.
"Transformasi kesehatan kita bikin manusia kita sehat, di antaranya dengan pemenuhan dokter. WHO merekomendasikan pemenuhan dokter 1 per 1.000 populasi masyarakat Indonesia," sambung Menkes Budi.
Menanggapi ini, Mendikbud Ristek Nadiem Makarim siap untuk mempercepat dan mengakselerasi kuota jurusan kedokteran di universitas Indonesia. Sehingga Indonesia bisa punya dokter umum dan dokter spesialis yang cukup.
"Hal itu sedang kami upayakan oleh komite bersama Kemendikbud Ristek dan Kemenkes melalui sistem kesehatan akademik yang mengedepankan kolaborasi pendidikan," terang Nadiem.
Baca Juga: Laboratorium Tak Masukkan Hasil Tes Covid-19 ke Sistem Kemenkes, Siap-siap Izinnya Dicabut!
Hasilnya dibuatlah Surat Keputusan Bersama tentang Peningkatan Kuota Penerimaan Mahasiswa Program Sarjana Kedokteran, Program Dokter Spesialis, dan Penambahan Program Studi Dokter Spesialis melalui Sistem Kesehatan Akademik antara Kemenkes dan Kemendikbud Ristek.
Kerjasama ini juga akan ditindaklanjuti dengan dipercepatnya jumlah dosen dari rumah sakit, dengan percepatan pengusulan nomor induk dosen khusus (NIDK).
Sehingga dosen dari rumah sakit ini bisa memberikan penugasan dan bimbingan teknis kepada perguruan tinggi, untuk membuka prodi baru dokter spesialis, dan memberikan beasiswa LPDP untuk mahasiswa program dokter spesialis.
Selanjutnya Kemendikbud Ristek akan memperkuat kebijakan sistem seleksi mahasiswa dan penjaminan mutu kelulusan melalui uji kompetensi sesuai standar nasional pendidikan kedokteran.
Ditambah akan disusun juga kebijakan untuk menjamin pemenuhan mahasiswa kedokteran dengan komite bersama, khususnya untuk perlindungan dari segala bentuk perundungan dan seksual.
Selain itu kebijakan ini mengatur juga tentang pengaturan beban kerja, hingga pemberian insentif untuk mahasiswa program dokter spesialis yang mendukung pelayanan di RS pendidikan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik