Suara.com - Orang dengan gangguan tidur insomnia kerap memanfaatkan obat tidur. Tujuannya, agar bisa mendapatkan tidur yang berkualitas sehingga bisa kembali bugar saat beraktivitas di keesokan hari.
Masalahnya, saat ini obat tidur begitu mudah didapat, termasuk di ecommerce dan toko online. Lantas yang jadi pertanyaan, bisakah obat tidur bisa dibeli tanpa resep dokter?
Ahli Farmasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Apt. Zullies Ikawati, mengatakan bahwa obat tidur tidak bisa dibeli langsung dan harus berdasarkan resep dokter.
"Nggak bisa beli langsung obat tidur, jadi kondisi gangguan tidur atau insomnia adalah menggunakan semacam obat penenang, jenis psikotropika. Nah, obat itu harus dengan resep dokter," ujar Prof. Zullies saat dihubungi suara.com, Kamis (14/7/2022).
Ia menambahkan, obat psikotropika seperti obat tidur rentan disalahgunakan, karena jika tidak digunakan sesuai resep dokter obat ini bisa menyebabkan ketergantungan.
Apalagi, kata Prof. Zullies, banyak publik figur yang kedapatan mengonsumsi jenis obat ini, dan banyak dari mereka yang tidak tahu jika obat ini masuk kategori psikotropika dan jadi ilegal jika dikonsumsi tanpa pengawasan dokter.
"Semua tergolong psikotropika, dan itu aturannya ketat, jadi harus diresepkan, jadi kalau mengalami gangguan tidur, silahkan dikonsultasikan ke dokter," jelas Prof. Zullies.
Bahkan menurutnya, saking ketatnya, apotek juga tidak akan sembarang menjual obat tidur tersebut, karena stok dan peredarannya juga sangat dibatasi.
"Apotek tidak berani menjual ini, karena nanti laporannya sendiri. Jadi psikotropika dan narkotika, termasuk obat yang diawasi dalam regulasi dan nggak sembarangan," tutup Prof. Zullies.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya