Suara.com - Gaya hidup memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan fisik sekaligus kesejahteraan secara keseluruhan. Namun, gaya hidup modern membuat kita jauh dari faktor-faktor peningkat kesehatan tersebut.
Misalnya, bekerja sampai larut malam hingga menyebabkan tidur telat. Esok paginya harus segera berangkat kerja lagi sampai merasa tidak memiliki waktu untuk berolahraga di pagi hari atau sarapan.
Padahal, para ahli selalu menyarankan untuk tidak melewatkan sarapan. Lebih baik makan siang ringan, daripada menggabungkannya dengan sarapan, yang sering disebut 'brunch'.
Dilansir The Health Site, sarapan berguna dalam memberi energi maksimum untuk memulai hari.
Namun, makanan yang dikonsumsi selama sarapan juga tidak boleh sembarangan. Makanan olahan dan sereal yang tersedia saat ini bisa mengandung gula atau garam yang tinggi dan tidak memiliki nutrisi lain.
Jus kemasan juga biasanya mengandung gula, esens, pewarna, dan pengawet.
Sarapan dengan makanan alami untuk meningkatkan kesehatan
Disarankan untuk meminum jus dari buah asli. Jus buah atau sayuran asli memasok nutrisi berharga serta mudah diserap oleh tubuh.
Minuman ini juga membantu membersihkan dan memurnikan sistem serta mencegah akumulasi residu beracun.
Baca Juga: 3 Manfaat Buah Murbei jika Dikonsumsi Rutin, Mungil tapi Padat Nutrisi
Kurangi asupan gula, tepung dan makanan yang digoreng. Sebaliknya, perbanyak makanan alami seperti buah, sayuran, salad, biji-bijian, kacang, hingga keju cottage.
Simpan sereal yang tidakk diproses dan tidak dimurnikan, seperti gandum utuh, beras kasar, gandum pecah (dalia), dan oat.
Sarapan buah segar, roti gandum utuh, atau kecambah, yang bisa dicampur dengan mentimun, tomat, mint, jus lemon, biji-bijian, atau kacang-kacangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
Terkini
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya