Suara.com - Kasus Covid-19 di Indonesia baru-baru ini kembali meningkat. Bahkan, penambahan pada Selasa, (19/72022), tembus hingga 5.000 kasus per hari.
Situasi ini membuat kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan menjadi penting. Salah satu saran yang kerap muncul ialah dengan menggunakan nose sanitizer.
Lantas, apakah nose sanitizer efektif? Dalam keterangan yang diterima Suara.com, Rabu, (20/7/2022), baru-baru ini hasil penelitian yang diterbitkan oleh jurnal kesehatan terkemuka di dunia The Lancet Global Health yang menyimpulkan bahwa Nitric Oxide Nasal Spray (NONS) efektif membantu menangkal berkembangnya virus Covid-19 di saluran pernapasan atas.
Salah satu alat kesehatan di dunia yang menghasilkan formulasi NONS adalah Enovid Nose Sanitizer yang dikembangkan oleh Sanotize, perusahaan farmasi global asal Kanada. Enovid telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan sejak November 2021 dan beredar di Indonesia sejak Februari 2022 setelah rangkaian Uji Klinis fase III di India selesai dilakukan.
The Lancet Global Health adalah jurnal yang menjadi sumber referensi pengetahuan seputar kesehatan global yang terpercaya secara internasional.
Dalam penelitian yang telah diakui The Lancet Global Health ini, disimpulkan bahwa penggunaan NONS pada pasien infeksi SARS-CoV-2 gejala ringan dapat membantu mempercepat durasi penyembuhan gejala infeksi.
Penelitian berdasarkan pada hasil uji klinis fase 3 yang dilakukan di India terhadap 306 peserta yang merupakan pasien Covid-19 yang mengalami gejala ringan dan tergolong sebagai kelompok beresiko mengalami peningkatan penyakit, tidak divaksinasi, berusia di atas 45 tahun, dan memiliki satu atau lebih penyakit penyerta (komorbid).
Semua peserta menerima perawatan standar antara lain antipiretik untuk pengobatan demam dan nyeri, antitusif untuk batuk, dan hidrasi/nutrisi. Sebanyak 153 pasien diberikan NONS secara rutin 6 kali per hari masing-masing 2 kali semprot per lubang hidung selama 7 hari berturut-turut. Sedangkan 153 pasien lainnya tidak diberikan NONS (placebo).
Dalam penelitian tersebut, didapatkan hasil bahwa pasien yang menggunakan NONS dapat mencapai hasil RT-PCR negatif di hari ke-4, sedangkan mereka yang tidak menggunakan NONS mencapai hasil RT-PCR negatif di hari ke-8.
Baca Juga: Penjelasan IDAI soal Vaksin Booster untuk Anak
NONS mampu mengurangi virus di rongga hidung sebanyak 93,7 persen dalam 24 jam dan 99 persen dalam 48 jam. NONS terbukti dapat mempercepat pembersihan virus di rongga hidung, memperbaiki status klinis (perbaikan skor CPS WHO) dan meminimalisir pemburukan kesehatan akibat virus Covid-19. Kajian ini juga tidak menemukan efek samping yang signifikan sehingga aman dan dapat ditoleransi dengan baik oleh pasien.
Jurnal ini menyimpulkan bahwa seluruh data penelitian ini dapat digunakan sebagai bukti pendukung penggunaan NONS untuk pasien dengan infeksi dini Covid-19 untuk mengurangi risiko perkembangan penyakit mereka.
Di Indonesia produk NONS dikenal dengan merk Enovid Nose Sanitizer yang dikemas dalam bentuk portable dan mudah dibawa ke mana-mana. Enovid dihadirkan oleh PT Laniros Dian Pharma.
“Di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir, NONS dapat membantu menghambat penularan Covid-19 di masyarakat sehingga mempercepat pemulihan kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang telah jenuh dengan masa pandemi yang berkelanjutan.” ungkap Elisabeth Paulus, Direktur PT Laniros Dian Pharma
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
Terkini
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya