Suara.com - Striker Borussia Dortmund Sebastien Haller telah didiagnosis menderita tumor testis. Bahkan ia telah meninggalkan kamp pelatihan tim di Swiss untuk perawatan.
Pemain berusia 28 tahun itu mengeluh merasa sakit setelah berlatih pada hari Senin. Penyelidikan selanjutnya mengungkapkan adanya tumor, dan pemain internasional Pantai Gading itu akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas medis spesialis dalam beberapa hari mendatang.
Sebastian Kehl, direktur olahraga Dortmund, mengatakan: “Berita hari ini mengejutkan Sebastien Haller dan semua orang. Seluruh keluarga BVB berharap Sebastien segera pulih sepenuhnya dan kami dapat memeluknya lagi segera.
"Kami akan melakukan segala daya kami untuk memastikan bahwa dia menerima perawatan sebaik mungkin," demikian seperti dilansir dari The Athletic.
Menulis di Twitter, Haller berkata: “Saya ingin mengucapkan terima kasih lagi dari lubuk hati saya atas banyak pesan hangat yang diterima. Saya sangat tersentuh melihat reaksi yang baik ini, dan saya bahkan merasa saya tidak pantas mendapatkan begitu banyak.
“Tapi saya tahu bahwa berkat Anda itu hanya akan menjadi satu ujian lagi, Kami akan segera melihat Anda di lapangan, merayakan kemenangan kami berikutnya.”
Dilansir dari healthline, tumor testis adalah benjolan yang berasal dari satu atau kedua testis, atau testis.
Testis adalah kelenjar reproduksi pria yang terletak di dalam skrotum, yaitu kantong kulit yang terletak di bawah penis. Testis bertanggung jawab untuk memproduksi sperma dan hormon testosteron.
Kanker testis dapat menyerang siapa saja yang memiliki testis, termasuk orang transgender dan non-biner.
Baca Juga: Profil Sebastien Haller, Suksesor Erling Haaland di Borussia Dortmund yang Divonis Idap Tumor Testis
Kanker testis paling sering dimulai dengan perubahan sel germinal. Ini adalah sel-sel di testis Anda yang menghasilkan sperma. Tumor sel germinal menyumbang sekitar 95 persen dari kanker testis.
Ada dua jenis utama tumor sel germinal:
- Seminoma. Ini adalah kanker testis yang tumbuh perlahan. Mereka biasanya terbatas pada testis Anda, tetapi kelenjar getah bening Anda mungkin juga terlibat.
- Nonseminoma. Ini adalah bentuk yang lebih umum dari kanker testis. Jenis ini tumbuh lebih cepat dan dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh Anda.
- Kanker testis juga dapat terjadi pada jaringan yang memproduksi hormon. Tumor ini disebut tumor stroma gonad atau sex-cord.
Kanker testis adalah kanker yang paling sering didiagnosis pada pria berusia 15 hingga 35 tahun, tetapi dapat terjadi pada usia berapa pun. Ini juga salah satu kanker yang paling dapat diobati, bahkan jika itu menyebar ke area lain.
Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun keseluruhan untuk kanker testis adalah 95 persen, menurut American Cancer Society.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik
-
Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada
-
Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga
-
Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah
-
Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah
-
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini