Suara.com - Hari Anak Nasional atau HAN selalu diperingati setiap 23 Juli. Tahun ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengangkat tema "Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.
Dalam acara Peringatan HAN di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, 23 Juli 2022 lalu, sederet acara diselenggarakan mulai dari kelas nutrisi, mendongeng, main tendangan penalti, hingga pembagian produk susu.
"Peringatan HAN sejatinya adalah untuk mengingatkan kita semua dan stakeholder yang terlibat baik itu dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga masyarakat, lembaga agama, serta seluruh masyarakat Indonesia atas komitmen bersama terhadap pemenuhan hak-hak anak," kata Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati.
Hak anak di antaranya hak untuk hidup, hak untuk tumbuh kembang, hak untuk mendapatkan perlindungan dari diskriminasi, dan hak untuk berpartisipasi.
Sementara itu, tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, dipilih dengan harapan dapat terus memotivasi dan mendorong peran serta masyarakat maupun lembaga di Indonesia.
"Ini untuk memastikan anak-anak Indonesia tetap tangguh menghadapi berbagai tantangan dalam pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak pasca-pandemi COVID-19," tambah Menteri Bintang dikutip dari siaran pers, Minggu (24/7/2022).
Sebanyak 250 anak dan orangtua, ikut serta dalam acara puncak Peringatan HAN 2022. Acara tersebut juga didukung Nestlé Milo sebagai bagian dari APSAI atau Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia.
"Selain menghadirkan produk makanan dan minuman bergizi bagi masyarakat Indonesia, kami senantiasa berupaya untuk menghadirkan kegiatan yang mendukung gaya hidup sehat dan aktif."
"Kami berharap kolaborasi kami dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, dapat membantu mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas,” tambah Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia, Ganesan Ampalavanar.
Baca Juga: Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Anak-Anak Sebagai Pewaris Masa Depan
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia