Suara.com - Kanker payudara merupakan sebuah penyakit yang tidak bisa dianggap sepele. Menurut data dari Globocan yang dikutip dari Kementerian Kesehatan, pada 2020 jumlah kematian akibat Kanker payudara mencapai 22 ribu lebih kasus.
Sebelum terlambat sebaiknya kenali apa itu kanker payudara, gejala kanker payudara serta bagaimana cara pengobatannya. Berikut ulasannya:
Dikutip dari laman Halodoc, kanker payudara merupakan sejenis tumor ganas yang berkembang pada sel payudara. Sel-sel itu membelah diri lebih cepat dari sel normal lalu membentuk benjolan atau massa.
Sel-sel abnormal ini dapat menyebar melalui kelenjar getah bening ke organ tubuh lainnya pada stadium yang lebih parah.
Beberapa jenis kanker payudara yang sering terjadi :
- Ductal Carcinoma In Situ, tumbuh di saluran air susu tetapi tidak menyebar kejaringan sekitarnya.
- Lobular Carnicoma In Situ, kanker yang tumbuh di kelenjar penghasil susu.
- Invasive Ductal Carnicoma, tumbuh di duktus dan bisa menyebar ke jaringan sekitarnya.
- Invasive Lobular Carnicoma, kanker yang awalnya tumbuh di kelenjar air susu, tapi kemudian menyebar ke jaringan sekitarnya.
Beberapa jenis kanker payudara yang jarang terjadi :
- Paget disease of the breast, kanker yang tumbuh di puting payudara, lalu meluas ke area hitam di sekitar puting
- Angiosarcoma, jenis kanker yang tumbuh di pembuluh darah dan saluran getah bening di payudara.
- Phllodes tumor, kanker yang tumbuh di jaringan ikat payudara
Beberapa gejala kanker payudara yang umumnya terjadi, di antaranya:
- Benjolan atau pengerasan pada payudara yang berbeda dari jaringan sekitar
- Darah keluar dari puting payudara
- Kemerahan atau pembesaran pori-pori kulit payudara yang menyerupai kulit jeruk
- Nyeri dan pembengkakan pada payudara
- Pengelupasan kulit di sekitar puting payudara
- Perubahan pada kulit payudara, seperti cekungan
- Perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan dari payudara
- Puting tertarik masuk ke dalam
- Benjolan atau pembengkakan di bawah ketiak
Belum diketahui apa penyebab sel kanker bisa tumbuh di payudara. Namun ada beberapa faktor yang membuat seseorang berisiko terkena penyakit ini, diantaranya memiliki berat badan berlebih, menstruasi terlalu muda dan memiliki gaya hidup yang bruk seperti kebiasaan merokok.
Kanker payudara bisa diobati dengan beberapa cara, namun hal tersebut tergantung pada kondisi penderita dan jenis kanker payudara itu sendiri.
Baca Juga: 5 Sebab Payudara Kendur, Bagaimana Mengatasinya?
Beberapa cara pengobatannya adalah dengan cara sebagai berikut :
- Terapi radiasi
- Terapi hormon
- Kemoterapi
- Prosedur bedah
Sebagai tindak pencegahan terhadap jenis penyakit ini, diharapkan Anda melakukan pemeriksaan secara mandiri atau pemeriksaan oleh petugas medis.
Pemeriksaan harus dilakukan secara rutin. Untuk mengurangi risiko terserang kanker payudara, disarankan untuk berolahraga secara rutin dan tidak mengkonsumsi minuman beralkohol.
Demikian informasi mengenai gejala kanker payudara, semoga menambah wawasan dan bermanfaat bagi kita semua.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
5 Sebab Payudara Kendur, Bagaimana Mengatasinya?
-
Sebagian Besar Kanker Payudara Tak Bergejala, Dokter Imbau para Perempuan Tak Takut Periksa
-
8 Tips Diet untuk Mencegah Penyakit Kanker Payudara
-
Dokter Bedah Ungkap Kondisi Implan Payudara yang Sudah Berusia 30 Tahun, Disebut Mirip Slime
-
Pijat Payudara Sederhana di Rumah
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem