Suara.com - Baru-baru ini Ria Ricis mengungkapkan alasan dirinya harus melakukan operasi caesar selain air ketubannya yang habis. Rupanya, istri dari Teuku Ryan ini juga mengalami gangguan pada ari-arinya. Hal tersebut yang membuat dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar.
"Allah berkehendak lain air ketuban berkurang, ari-ari juga tidak bisa menyesuaikan dengan baik. Jadi memang harus caesar," kata Ria Ricis ditemui di RSIA Bina Medika, Bintaro, Tangerang Selatan pada Kamis (28/7/2022).
Air ketuban yang habis sendiri memang bisa menyebabkan adanya gangguan pada ari-ari dalam kandungan. Kondisi ini menyebabkan ari-ari atau plasenta tidak bekerja dengan baik.
Selain itu, gangguan pada ari-ari ini sendiri terdiri dari berbagai jenis. Melansir laman Mayoclinic, berikut beberapa jenis gangguan pada ari-ari yang biasa terjadi pada ibu hamil.
1. Placental Abruption
Kondisi ini yaitu adanya pengelupasan plasenta pada dinding bagian dalam rahim sebelum melahirkan. Gangguan ini sendiri dapat menyebabkan bayi kekurangan oksigen dan nutrisi. Tidak hanya itu, hal ini juga bisa membuat pendarahan hebat sehingga harus segera dilakukan persalinan dini.
2. Placenta Previa
Gangguan yang satu ini terjadi ketika plasenta menutupi sebagian bahkan seluruh serviks atau jalannya keluar rahim. Biasanya, gangguan yang satu ini kerap terjadi pada awal kehamilan. Namun, masalah yang satu ini sering hilang dengan sendirinya seiring pertumbuhan rahim.
Meskipun demikian, gangguan ini juga bisa menyebabkan pendarahan selama masa kehamilan dan persalinan. Namun, hal tersebut tergantung dengan kondisi kesehatan ibu dan bayi. Biasanya, yang mengalami masalah ini juga harus dilakukan operasi caesar saat persalinan.
Baca Juga: Ria Ricis Alami Gangguan pada Ari-Ari Sebelum Melahirkan, Berikut Gejala dan Pencegahannya
3. Placenta Accreta
Jenis gangguan ini yaitu plasenta tetap menempel pada dinding rahim setelah melahirkan. Hal ini sendiri disebabkan pembuluh darah atau bagian lain plasenta yang tumbuh terlalu dalam ke dinding rahim. Ketika mengalami hal ini, ibu bisa kehilangan banyak darah selama persalinan.
Tidak hanya itu, kondisi ini juga terbilang berbahaya karena plasenta menyerang otot-otot serta tumbuh di dinding rahim. Biasanya untuk persalinan dokter menyarankan operasi caesar bahkan pengangkatan rahim setelahnya.
4. Retained Placenta
Plasenta sendiri biasanya akan keluar sendiri setelah melahirkan. Namun, jika setelah kurang lebih 30 menit tidak keluar, biasanya ada gangguan yang disebut retensi plasenta. Gangguan ini terjadi karena plasenta terperangkap di belakang serviks.
Biasanya kondisi ini harus segera diobati karena bisa menyebabkan infeksi parah. Tidak hanya itu, kondisi ini juga bisa kehilangan darah bahkan mengancam nyawa.
Berita Terkait
-
Dituding Pasang Piercing Pasca Operasi Hidung, Ria Ricis Akhirnya Bongkar Fakta Sebenarnya
-
Dihujat, Ria Ricis Jelaskan Oplas Hidung karena Lelah Pakai Obat
-
Momen Ria Ricis Nangis Saksikan Sapi Kurban Miliknya Disembelih
-
Bolehkah Muslimah Tindik Hidung seperti Ria Ricis? Ini Penjelasan Islam dan Pendapat Ulama
-
Ria Ricis Tampil di Film Keluarga Suami Adalah Hama, Netizen Penasaran Reaksi Keluarga Teuku Ryan
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance