Suara.com - Kasus bayi meninggal di RSUD Jombang Jawa Timur jadi sorotan lantaran dokter harus melakukan tindakan pemisahan organ tubuh bayi untuk menyelamatkan nyawa ibunya.
Karena proses persalinan yang dilakukan mulai pukul 18.30 WIB ini, sang ibu berhasil mengejan sampai kepala bayi keluar. Kemudian, persalinan mengalami kemacetan akibat distosia bahu.
Karena bahu bayi yang masih tersangkut di jalan lahir itulah, dokter harus memisah kepala dan leher bayi. Mereka kemudian melakukan operasi caesar untuk mengeluarkan badan bayinya.
Sebagian besar kondisi ibu dan bayi yang mengalami distosia bahu akan membaik dengan sendirinya. Tapi dilansir dari March of Dimes, kondisi ini bisa menyebabkan beberapa masalah pada bayi, antara lain:
- Patah tulang selangka dan lengan
- Kerusakan pada saraf pleksus brakialis, yakni kondisi yang bisa menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan pada lengan atau bahu
- Kurangnya oksigen ke tubuh (asfiksia), yang bisa memicu cedera otak hingga kematian
Tak hanya pada bayi, distosia bahu juga bisa memicu beberapa masalah pada ibu hingga membahayakan nyawanya. Beberapa di antaranya, yakni:
- Pendarahan postpartum, yakni pendarahan hebat setelah melahirkan
- Robekan serius pada perineum (antara vagina dan rektum)
- Ruptur uteris, yakni robekan rahim selama persalinan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala