Suara.com - Akhir pekan buasanya menjadi waktu terbaik untuk kumpul bersama keluarga dan menciptakan momen berkualitas, alias quality time.
Sehingga saat berkumpul di satu ruangan yang sama, setiap anggota keluarga sebaiknya tidak sibuk dengan diri sendiri terutama ponselnya.
"Waktu bersama keluarga itu adalah waktu di mana satu keluarga berkumpul di satu tempat melakukan aktivitas bersama. Jadi tidak masing-masing sendiri di satu ruangan. Tapi ada interaksi dan melakukan aktivitas menyenangkan di mana semua anggota keluarga terlibat," jelas Psikolog Anak dan Keluarga Vera Itabiliana dalam webinar bersama Kraft Quick Melt, Senin (8/8/2022).
Vera menambahkan bahwa quality time bersama keluarga sangat penting karena berguna untuk tumbuh kembang anak. Lewat berbagai aktivitas yang dilakukan bersama, anak bisa mengembangkan karakternya jadi lebih percaya diri, mandiri, dan latihan bekerjasama. Selain itu juga bisa mengeratkan ikatan kedekatan antar anggota keluarga.
"Keluarga ini tempat berpijak bukan hanya untuk anak tapi buat orangtuanya. Jadi kalau kita bicara soal quality time, waktu bersama keluarga kita, bukan semata-mata buat anak doang, tapi orang tuanya juga butuh buat stress release," imbuhnya.
Ia menjelaskan bahwa dengan melakukan kegiatan menyenangkan bersama anak bisa memicu munculnya hormon oksitosin atau hormon cinta.
"Ketika hormon itu keluar, kita merasa lebih dekat, nyaman, aman. Ini juga penting sekali untuk anak. Belum lagi keluarga itu juga jadi tempat berpijak anak-anak sekaligus juga sumber inspirasi anak-anak," jelasnya.
Vera menambahkan, lakukan quality time bersama keluarga tidak harus dengan liburan ke luar kota ataupun luar negeri. Bisa dilakukan hanya dari rumah, misalnya dengan melakukan kegiatan bersama-sama seperti memasak.
Bergekiatan bersama itu juga tidak perlu harus dilakukan seharian penuh. Meski hanya 2-3 jam dalam sehari pada akhir pekan, asalkan benar-benar terjamin kualitasnya bisa merekatkan hubungan antar anggita keluarga.
Baca Juga: Cara Membantu Anak Mengurangi Kecanduan Gadget Menurut Psikolog
"Harus diadakan, manfaatkan waktu weekend untuk ada satu slot waktu beberapa jam, 2 sampai 3 jam yang dihabiskan bersama keluarga. Lakukan kegiatan yang menyenangkan, apa saja bisa. Dan ada penelitian yang mengatakan bahwa waktu bersama keluarga tidak harus liburan pergi kemana-mana. Tapi cukup dengan aktivitas sehari-hari, bisa dilakukan di rumah, salah satunya adalah memasak," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Erika Carlina Harus Bawa Putranya ke Psikolog di Usia 13 Tahun, Ada Apa?
-
Ruang Tenang: Validasi untuk Jiwa yang Lelah dan Hati yang Ingin Rehat
-
Tingkatkan Kesehatan Mental Santri, Menag Minta Pesantren Hadirkan Tenaga Psikolog
-
Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!