Suara.com - Direktur Utama RSJ dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor, Dr. Fidiansjah Sp.KJ, menyebut bahwa jumlah anak yang kecanduan gadget, kecanduan game, dan kecanduan internet hingga alami temper tantrum di Indonesia semakin meningkat setiap harinya.
Temper tantrum adalah letupan amarah yang sering terjadi pada saat anak menunjukkan sikap negatif atau penolakan.
Dan yang membuat miris, amarah yang meledak ini bukan lagi disebabkan anak sekadar ingin mainan seperti boneka atau mobilan, tapi bisa disebabkan karena kehabisan kuota dan tidak bisa mengakses internet atau bermain game.
RSJ dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor adalah pusat rujukan nasional pelayanan kesehatan jiwa yang sekaligus merupakan RSJ tertua di Indonesia. RSJ ini didirikan pada zaman penjajahan Belanda pada 1 Juli 1882, yang saat itu dikenal bernama Hetkrankzinnigengestich Buitenzorg
"Keinginan ini menjadi lebih parah, karena adanya suasana neuroscience yang ketergantungannya, bukan hanya kemudian konteks sesuatu bersifat psikologis, tapi sesudah bersifat neurofisiologis," ujar Dr. Fidiansjah saat dalam acara Grand Launching, Ruang Ortu by ASIA, Sabtu (13/8/2022).
Sehingga menurut dokter yang juga orangtua murid di Kampus Al-Azhar ini, gangguan tidak hanya secara psikologis atau masalah mental, tapi sudah mempengaruhi perkembangan otak anak.
Kecanduan yang mempengaruhi otak anak ini, pada akhirnya memengaruhi cara anak tersebut bersikap, bahkan ia tidak mampu lagi berpikir jernih membedakan mana yang baik dan benar.
"Tapi sesudah bersifat neuro-fisiologis ada reward sistem (dampak) di dalam otaknya yang kemudian terpangkas oleh cortex prefrontal, yang mestinya berfungsi menjadikan manusia berpikir untuk menapis (membedakan) mana hal yang baik dan buruk," papar Dr. Fidiansjah.
Prefrontal korteks adalah bagian otak yang spesial pada manusia, yang berfungsi untuk mengatur fungsi eksekutif, yaitu kemampuan merencanakan sesuatu, membuat keputusan, memecahkan masalah, mengontrol diri, mengingat instruksi, menimbang konsekuensi, dan lain-lain.
Baca Juga: Kak Seto Bongkar Penyebab Anak Kecanduan Gadget, Orang Tua Harus Lakukan Ini untuk Mengatasinya!
Tapi sayangnya, karena bagian otak yang spesial ini sudah terpapar gadget sejak kecil, yang membuatnya ketagihan efek senang saat bermain gadget, hasilnya fungsi bagian otak untuk membedakan baik buruk ini jadi tidak bisa maksimal.
"Kesenangan yang cepat, kebahagiaan yang tidak bisa menunda yang terjadi pada paparan penggunaan adiksi pada teknologi, mereka beralasan ada tugas, lalu keluar di kafe hanya untuk bermain game," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi