Suara.com - Penyakit kusta adalah salah satu penyakit yang bisa menyerang siapa saja dan wajib diwaspadai. Namun kabar baiknya, penyakit yang dikenal juga dengan sebutan Lepra ini dapat disembuhkan, dengan terapi dan pengobatan yang tepat sesuai saran dari dokter.
Mari mengenal lebih jauh mengenai penyakit kusta.
Apa Itu Kusta
Dilansir dari laman resmi WHO, kusta sendiri merupakan infeksi kronis yang disebabkan oleh kuman, Mycobacterium leprae, yang masuk ke dalam tubuh dan secara perlahan mengalami masa inkubasi. Inkubasi yang terjadi ini rata-rata mengambil waktu sekitar 5 tahun, namun akan mulai memunculkan gejala pada periode 1 tahun.
Pada beberapa kasus, gejala baru muncul bahkan setelah 20 tahun inkubasinya. Jadi, jarak inkubasi kusta sendiri terbilang sangat panjang dan tergantung pada kondisi masing-masing orang.
Kusta sering kali menyerang saraf tepi, kulit, dan saluran pernapasan bagian atas. Dalam istilah asing, penyakit ini juga dikenal dengan sebutan leprosy.
Penularan kusta sendiri bisa terjadi melalui droplet yang keluar dari hidung dan mulut, kemudian kontak fisik erat dengan penderita kusta, hingga tinggal di area endemik kusta tanpa diperkuat daya tahan tubuh yang baik.
Satu cara lain penyebaran kusta adalah melalui cacat genetik pada sistem kekebalan tubuh, sehingga hal ini ditularkan turun temurun ketika cacat genetik tidak dapat diatasi.
Baca Juga: Penimbun Minyak Goreng Dilaknat Allah, Pelaku Bisa Kena Azab Penyakit Saraf
Kenali Gejalanya dan Berikan Penanganan Cepat
Penyakit kusta adalah salah satu penyakit yang dapat dikenali dengan cukup mudah, karena gejalanya tampak secara kasat mat. Beberapa gejala yang muncul ketika seorang menderita kusta adalah sebagai berikut.
- Mati rasa di area kulit tertentu saat disentuh
- Kulit terasa kering, kaku, dan tebal
- Munculnya luka di permukaan kulit namun tidak disertai rasa sakit
- Terjadinya kerusakan mata yang dapat berujung kebutaan
- Beberapa area kulit tampak berubah warna, seperti lebih gelap atau lebih terang
Jelas, gejala ini dapat dilihat secara jelas secara fisik. Maka dari itu, ketika beberapa gejala ini muncul secara bersamaan, maka direkomendasikan untuk segera mendatangi dokter kepercayaan Anda guna mendapatkan penanganan cepat.
Untuk pengobatannya sendiri, penyakit kusta adalah penyakit yang memerlukan obat-obatan khusus sesuai resep dokter. Selain itu, diperlukan juga terapi dan asupan vitamin tertentu, untuk mendukung proses pemulihan dan penyembuhan dari penyakit ini.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus