Suara.com - Dokter Tirta Mandira Hudhi membenarkan jika menguap bisa menghilangkan keluhan telinga berdengung atau telinga pengang seperti ada sumbatan, yang dalam istilah medis disebut barotrauma.
Meski tidak menyakitkan telinga berdengung atau telinga pengang bisa sangat menganggu, hasilnya dilakukan berbagai cara untuk menghilangkannya dengan cara menguap.
"Iya itu benar, itu fakta bukan mitos. Jadi ada namanya itu di telinga, hidung, dan tenggorokan sama di dalam sinus kita ini mengatur keseimbangan sesuai dengan tekanan udara kita," ujar dr. Tirta melalui konten di Instagramnya dikutip suara.com, Rabu (31/8/2022).
Kondisi ini terjadi karena semakin tinggi keberadaan tubuh seseorang, maka tekanan kepala juga semakin kencang, yang akhirnya menyebabkan rada nyeri di telinga atau telinga pengang seolah udara tertahan.
"Nah untuk menyeimbangkan tekanan yang di luar dan di dalam tekanan tubuh kita, maka respon tubuh adalah dengan cara menguap untuk menyeimbangkan sehingga akan menghilangkan rasa berdenging," jelas dokter yang juga ayah satu anak ini.
Sementara itu mengutip Hello Sehat, dr. Iranita Dyantika mengatakan barotrauma adalah kondisi saat telinga penuh ketika setelah berada di tempat yang tinggi.
Barotrauma tida hanya terjadi pada orang yang melakukan pendakian, atau menaiki pesawat akan tetapi dapat juga disebabkan karena melakukan penyelaman.
"Barotrauma terjadi akibat adanya cidera akibat perubahan tekanan udara secara mendadak. jika telinga tidak dapat cepat beradaptasi untuk menyeimbangkan tekanan udara maka akan menyebabkan barotrauma," terang dr. Iranita.
Selain itu, umumnya tekanan dalam telinga akan menyesuaikan dengan tekanan yang berada di luar.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Bawang Putih Bisa Sembuhkan Sakit Kepala dan Sakit Telinga?
Namun yang perlu diwaspadai apabila terjadi gangguan pada saluran telinga yaitu tuba eustacius maka akan menyebabkan resiko terjadinya keadaan barotrauma.
Beberapa gejala awal pada penderita barotrauma, yakni rasa penuh dan tidak nyaman pada kedua telinga, nyeri telinga, pendengaran berkurang, dan pusing.
Berita Terkait
-
Dokter Tirta Sempot Pihak yang Pandang Rendah Citayam Fashion Week: Ga Usah Sok Senior, Semua Jamet Pada Masanya!
-
Wanita Ini Alami Gatal Hebat Pada Telinga Karena Otomikosis, Kenali Apa, Penyebab, dan Gejalanya
-
Anak Kambing Bertelinga Panjang Bernama Simba Jadi Bintang
-
Heboh Anak Kambing Bertelinga Panjang
-
Mengunyah dan Menelan Lebih Efektif Cegah Sakit Telinga Saat Naik Pesawat
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
Terkini
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi