Suara.com - Seorang pengguna forum Reddit menceritakan kisahnya ketika diminta oleh bos di perusahaan tempatnya bekerja antara pekerjaan dan kesehatan. Unggahanya di forum "Antiwork" pun mendapatkan ribuan komentar.
Ia bercerita bahwa bosnya memintanya memilih antara pekerjaaan dan perawatan kesehatan. Sebelumnya, ia berencana ijin sakit tidak masuk kerja karena harus ke dokter untuk memeriksakan kondisi kakinya.
"Saya harus memilih antara pekerjaan dan perawatan kesehatan hari ini," judul unggahan pengguna Reddit tersebut dikutip dari News Week.
Ia pun membagikan tangkapan layar pesan percakapan dirinya dengan bos di perusahaannya. Tampak jika dirinya sudah berusaha menjelaskan mengenai keperluannya ke dokter, tetapi bosnya justru mengancamnya untuk mundur dari pekerjaan.
"Saya tidak bisa pergi bekerja hari ini, saya harus ke dokter untuk memeriksakan kaki saya," ujar pengguna tersebut kepada bosnya via chatting.
"Jika Anda tidak datang hari ini, maka ini menjadi hari terakhir Anda bekerja," jawab bosnya.
Ia pun membalas bahwa dirinya tetap harus ke dokter dan memilih menyerahkan seragam kerjanya alias berhenti bekerja. Sementara itu, bosnya sama sekali tidak peduli.
Ribuan orang pun berkomentar mendukungnya yang mengajukan pengunduran diri dari perusahaan tersebut. Mereka merasa itu adalah pilihan yang tepat karena si bos tidak memikirkan kesehatan karyawannya.
"Orang ini dipecat karena harus periksa ke dokter. Bosnya mungkin telah melanggar beberapa undang-undang tentang hal ini sesuai aturan di negara bagian tersebut," salah satu komentar publik.
Baca Juga: Panaskan Ranjang di Malam Jumat, Ini 5 Posisi Seks yang Dapat Dijadikan Sebagai Olahraga
"Ajukan saja surat pengunduran diri dan tujukkan utas teks itu sebagai bukti," kata orang lainnya.
Meski begitu, ada orang-orang yang berpendapat bahwa pengguna Reddit tersebut tidak menyerahkan seragamnya. Terdapat pula kecurigaan bahwa orang itu belum memberikan kabar kepada bosnya mengenai janji temunya dengan dokter sebelumnya.
Menurut sebuah studi oleh Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (BLS), sekitar 59 persen pekerja dalam pekerjaan layanan memiliki akses ke cuti sakit berbayar pada tahun 2021 dibandingkan dengan 77 persen pekerja sektor swasta.
BLS juga menemukan bahwa pekerja dengan upah tertinggi sekitar tiga kali lebih mungkin memiliki akses ke cuti sakit berbayar daripada pekerja dengan upah terendah.
Sementara 95 persen pekerja dengan upah tertinggi menerima akses ke cuti sakit berbayar, diperkirakan 33 persen pekerja dengan upah terendah menerima hari sakit berbayar.
Sebenarnya, keluhan mengenai bos seperti ini bukan pertama kalinya di forum Reddit. Sebelumnya, ada pula seorang karyawan yang mengaku bosnya meminta para karyawan bekerja lebih dari 70 jam seminggu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia