Suara.com - Mengurangi kalori makan harian kerap jadi strategi diet bagi orang yang ingin menurunkan berat badan. Jumlah kalori yang dikonsumsi biasanya jadi lebih sedikit dibandingkan dengan kebutuhan energi per hari untuk aktivitas fisik.
Ahli gizi Kalbe dr. Dewi Virdianti menjelaskan bahwa orang dewasa umumnya membutuhkan 2000 kalori dalam sehari. Apabila ingin menurunkan berat badan, biasanya jumlah kalori harian dikurangi 500.
"Diet jenis ini mengharuskan prinsip diet sehat, yaitu memerhatikan jenis makanan dan jumlahnya. Jenis makanan termasuk protein, sayur-sayuran, buah-buahan," kata Dewi dalam keterangan resminya.
Sumber karbohidrat kompleks juga bisa jadi pilihan yang tepat saat diet. Karena makanan tersebut dapat membuat kenyang lebih lama, seperti oatmeal, ubi, kentang, talas, dan singkong.
Jadwal makan sehari-hari juga penting diperhatikan. Dewi menegaskan, bukan berarti orang yang sedang diet tidak butuh sarapan, tidak makan malam, ataupun tidak makan siang. Makan tiga kali sehari tetap bisa dilakukan, asalkan perhatikan jumlah dan tipe makanannya.
Selain itu, diikuti dengan aktifitas fisik yang konsisten dan teratur. Sehingga menjadikan pola tersebut sebagai kebiasaan atau perubahan perilaku.
"Apabila ingin menurunkan berat badan dengan diet yang tidak tepat dan tidak mengukuti pola gizi seimbang, maka berisiko terjadi komplikasi lain. Termasuk juga terjadi rebound, yakni berat badan akan kembali meningkat setelah program diet selesai, karena nafsu makan lebih tinggi," imbuh Dewi.
Rebound berat badan itu terjadi akibat saat kekurangan karbohidrat, tubuh justru akan craving untuk minta karbohidrat lebih banyak.
“Tapi tentu harus diikuti dengan keseimbangan atau pola aktivitas kita. Jadi kalau kegiatan sehari-hari kita hanya kebanyakan duduk atau rebahan, maka asupan kalorinya juga harus dikurangi. Tapi kalau aktivitasnya banyak, kita rajin olahraga, maka asupan kalorinya bisa 2000 atau bahkan bisa lebih,” jelasnya.
Baca Juga: RSKI Galang Benarkan Belum Bayar Insentif untuk Relawan, Tunggu Arahan BNPB
Dewi menyampaikan, makan gizi seimbang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya malnutrisi selama diet. Malnutrisi merupakan kelainan asupan nutrisi atau ketidakseimbangan. Baik kelebihan nutrisi yang menyebabkan obesitas atau kekurangan nutrisi, tubuh kurus, yang berisiko munculnya penyakit lain.
Apabila terjadi malnutrisi, tubuh mudah pegal-pegal, lemas, gangguan sistem imun dan pembentukan hormon karena kekurangan protein, otot terasa keram akibat kekurangan kalsium, bahkan pingsan karena kehabisan energi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?