Suara.com - Seiring berjalannya waktu, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan selalu meningkat. Khususnya di masa pandemi seperti sekarang ini, masyarakat mulai memahami bahwa risiko terserang penyakit atau masalah kesehatan tidak bisa diprediksi dan dapat terjadi kapan saja.
Hal tersebut secara tidak langsung turut membuka mata banyak orang bahwa asuransi kesehatan merupakan produk keuangan yang wajib dimiliki. Melalui asuransi kesehatan, seseorang mampu memperoleh perlindungan berupa jaminan fasilitas kesehatan terpadu di rumah sakit rekanan perusahaan asuransi dan ganti rugi biaya pengobatan.
Hanya saja, karena ada banyak opsi asuransi kesehatan yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi, masyarakat sering kali merasa bingung ketika hendak memilih produk asuransi kesehatan yang sesuai kebutuhan.
Namun, tak perlu khawatir, mendapatkan asuransi kesehatan terbaik tidak terlalu sulit asal mengetahui cara tepat memilihnya.
Untuk lebih jelasnya, simak 6 hal yang wajib ada pada asuransi kesehatan agar mampu dapatkan layanan dengan benefit paling optimal dan cocok dengan kebutuhanmu.
Pahami Perlindungan yang Dibutuhkan
Setiap orang pasti memiliki kondisi dan kebutuhan medis yang tak sama sehingga perlu menyesuaikannya dengan perlindungan yang diberikan asuransi kesehatan.
Cek riwayat penyakit yang pernah dialami oleh seluruh anggota keluargamu, adakah yang sifatnya kritis atau tidak. Tentunya, pastikan asuransi kesehatan memberikan perlindungan terhadap biaya pengobatan dari penyakit tersebut.
Tak kalah pentingnya, pertimbangkan pula kelas kamar yang disediakan oleh asuransi. Jika menginginkan kondisi yang lebih tenang dan privasi terjaga, pilih asuransi kesehatan yang tawarkan kamar perawatan dengan satu tempat tidur saja.
Cek Perlindungan Asuransi yang Telah Dimiliki
Kebanyakan pekerja kantoran telah terlindungi oleh asuransi kesehatan yang disediakan oleh perusahaan tempatnya bekerja. Sebelum membeli produk asuransi kesehatan tambahan, sudah sepatutnya untuk meneliti dulu perlindungan apa saja yang sudah ditanggung oleh asuransi kesehatan tersebut.
Baca Juga: Tips Memilih Asuransi Jiwa Vs Asuransi Kesehatan, Mana yang Harus Dibeli Dahulu?
Baru lengkapi perlindungan yang belum tersedia namun dibutuhkan melalui produk asuransi kesehatan tambahan.
Alokasikan Anggaran sesuai Kondisi Finansial
Dengan mengajukan asuransi kesehatan, artinya kamu bersedia untuk membayar premi secara rutin hingga masa perlindungannya berakhir. Agar tak membebani keuangan, pastikan untuk mengalokasikan anggaran khusus pada kebutuhan ini sesuai dengan kondisi finansial.
Nominal premi asuransi kesehatan sangat bergantung dari cakupan proteksi yang diberikan, jumlah dan usia pihak tertanggung, rekam medis, serta masa berlaku perlindungan. Idealnya, anggaran untuk asuransi kesehatan berada di kisaran 5 sampai 10 persen penghasilan bulanan.
Dengan begitu, alokasi dana untuk kebutuhan lain yang tak kalah pentingnya masih bisa tercukupi dengan lancar.
Teliti Manfaat yang Diberikan pada Polis
Salah satu hal yang wajib dilakukan saat memilih asuransi kesehatan adalah mencermati manfaat serta syarat perlindungan yang tercantum pada polisnya.
Pada polis asuransi kesehatan, kamu bisa mencari tahu segala hal penting terkait layanan tersebut, seperti, proteksi yang diberikan, kondisi pengecualian yang membuat nasabah tak bisa mengajukan klaim asuransi, dan sebagainya.
Dengan meneliti isi polis asuransi kesehatan, nasabah mampu memahami apakah perlindungan yang diberikannya sesuai kebutuhan atau tidak, serta memastikan tidak ada ketentuan atau syarat pengajuan klaim yang berisiko menurunkan manfaatnya.
Jangan Lupa Lakukan Perbandingan
Kamu tidak akan bisa mendapatkan produk asuransi kesehatan yang terbaik tanpa membandingkan layanan yang ditawarkan oleh banyak perusahaan asuransi sekaligus.
Setiap produk asuransi kesehatan dari perusahaan asuransi berbeda pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Tugas kamu adalah membandingkan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan serta kondisi finansial.
Beberapa hal yang wajib dibandingkan adalah coverage perlindungan, nominal premi, jaringan rumah sakit mitra, dan sebagainya. Jangan lupa pula untuk mengetahui rekam jejak perusahaan asuransi dan bagaimana ulasan para nasabahnya terkait urusan pengajuan klaim perlindungannya.
Apakah mayoritas klaim yang diajukan nasabah dikabulkan dengan lancar, atau sering mengalami masalah atau hambatan.
Cari tahu Sistem Klaim Asuransi
Sering luput dari perhatian, mencari tahu sistem klaim perlindungan asuransi kesehatan wajib dilakukan agar mampu memaksimalkan manfaatnya. Secara umum, terdapat 2 metode klaim asuransi kesehatan, yaitu reimbursement dan cashless.
Untuk jenis asuransi kesehatan dengan klaim metode reimbursement, nasabah perlu menalangi dulu biaya pengobatan dengan dana pribadi, baru kemudian mengajukan ganti rugi kepada pihak perusahaan asuransi. Namun, kelebihannya, proses pengobatan bisa dilakukan di lebih banyak rumah sakit, dan tak harus mitra perusahaan asuransi.
Sedangkan untuk jenis asuransi kesehatan cashless, nasabah hanya perlu menunjukkan kartu anggota asuransi kesehatan agar bisa mendapatkan perlindungannya. Meski begitu, proses klaim proteksinya hanya bisa dilakukan pada rumah sakit rekanan perusahaan asuransi.
Jadi, kamu perlu mempertimbangkan sistem klaim mana yang pas dengan kebutuhan saat memilih asuransi kesehatan.
Segera Siapkan Asuransi Kesehatan Sebelum Terlambat
Sebagai produk keuangan yang berikan manfaat segudang, setiap orang wajib memiliki asuransi kesehatan. Hanya saja, saat diharuskan untuk memilih, tak sedikit orang merasa bingung produk asuransi seperti apa yang cocok untuk dipilih.
Nah, agar bisa mendapatkan asuransi kesehatan yang terbaik, pastikan untuk memperhatikan 6 hal yang telah Cermati jelaskan di atas, ya!
Berita Terkait
-
Atalia Praratya Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Dengan Olahraga
-
Tips Membiasakan Bangun Pagi dengan Mudah
-
Tips Memilih Asuransi Jiwa Vs Asuransi Kesehatan, Mana yang Harus Dibeli Dahulu?
-
5 Kebiasaan Ini Bisa Bantu Lansia untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuhnya
-
5 Cara Memiliki Mental yang Kuat, Kamu Harus Mencobanya?
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa