Suara.com - Kehadiran beragam produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, dan kantong nikotin, sudah semakin marak di masyarakat. Sejumlah perokok dewasa yang kesulitan untuk beralih dari kebiasaannya sudah mulai beralih ke produk tersebut karena dinilai memiliki risiko terhadap kesehatan yang lebih rendah daripada rokok.
Potensi manfaat tersebut juga dialami oleh penyiar radio, Master of Ceremony (MC), dan aktor Bayu Oktara. Aktor kelahiran 1978 ini mengakui bahwa dirinya mulai beralih dari rokok ke produk tembakau alternatif di kisaran tahun 2008 lalu. Saat itu, Bayu ingin berhenti merokok lantaran sering mengalami sakit tenggorokan. Ia juga sering mendapati adanya lendir di tenggorokannya saat bangun pagi.
“Hal-hal ini sangat menggangu kalau saya harus siaran pagi, shooting, dan nge-MC,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Minggu (25/9/2022).
Bayu juga menyadari bahwa TAR yang terkandung pada asap rokok itu dapat memicu risiko berbagai penyakit berbahaya. Sebabnya, rokok dibakar sehingga banyak zat berbahaya terkandung dalam asapnya. Hanya saja, ia sering tergoda untuk kembali merokok jika dirinya sedang memiliki waktu senggang, seperti ketika sedang menunggu. Oleh karena itu, niat untuk berhenti dari kebiasaan merokok menjadi semakin besar. Hal ini yang mendorongnya untuk beralih ke produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik.
Ketika beralih, Bayu mulai merasakan berbagai perubahan. “Yang saya rasakan itu saya jadi jarang batuk. Lalu, baju dan tangan saya udah tidak bau lagi, jadi lebih tidak menganggu saat ketemu istri dan anak,” terangnya.
Kendati demikian, ia menekankan sebelum bertemu dengan keluarga, dirinya tetap menerapkan protokol kebersihan dan kesehatan, seperti mencuci tangan dan membersihkan mulut.
Bayu berpendapat edukasi terkait produk tembakau alternatif dan potensi manfaatnya bagi perokok dewasa itu sangat penting. Namun ia menyadari saat ini edukasi tersebut masih sangat terbatas dan belum masif, sehingga banyak perokok dewasa yang belum memiliki pemahaman yang akurat tentang produk tersebut.
“Saya berharap akan ada lebih banyak edukasi dan kegiatan yang menyuarakan terkait kehadiran produk tembakau alternatif di Indonesia. Selain itu, edukasi dan kegiatan tersebut juga harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan, utamanya komunitas agar lebih masif lagi pencapaiannya,” tutup Bayu.
Baca Juga: Pakar Kesehatan Beberkan Strategi Ini untuk Menekan Pravalensi Perokok di Indonesia
Berita Terkait
-
Raup Pajak Tinggi, Tapi Industri Rokok Elektrik Masih Minim Kajian
-
Tanpa Regulasi Pemerintah, Industri Produk Tembakau Alternatif Bakal Sia-sia
-
Tembakau Alternatif Perlu Aturan Terpisah dari Rokok, Ini Alasannya
-
Riset PKJS-UI Ungkap Dampak Harga Rokok Murah: Bikin Anak Jalanan Terjebak Pada Kemiskinan
-
Industri Tembakau Alternatif Masih Hadapi Tantangan Berat, Regulasi Pemerintah Masih Belum Jelas
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar