Suara.com - Sering kali pasangan ketika menginginkan anak laki-laki, tetapi ketika lahir jenis kelamin bayi yaitu perempuan. Biasanya, beberapa pasangan menginginkan anak laki-laki sebagai anak pertama agar bisa melindungi adik perempuannya.
Rupanya, untuk memiliki keinginan terkait hal tersebut, orang tua bisa mengatur agar ketika hamil bayi dalam kandungan berjenis kelamin laki-laki. Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Keven Tali, Sp.OG mengatakan, orang tua bisa melihat berbagai faktor untuk bisa memiliki peluang anak laki-laki.
Mengutip dari kanal Youtube Dokter Keven, kesempatan untuk memiliki anak laki-laki akan dijelaskan dalam sesi Tanya Dokter berikut.
Dok apakah bisa menentukan jenis kelamin anak?
Untuk pasangan yang baru menikah atau mempunyai anak satu atau dua, terus ingin punya anak laki-laki hamilnya, ada beb erapa tips yang bisa dilakukan. Tapi harus ingat, kita manusia jadi cuma bisa berusaha, yang menentukan di atas. Tapi kalau ditanya bisa atau enggak, jawabannya adalah bisa.
Apa faktor yang memengaruhi jenis kelamin anak?
Jadi yang menentukan jenis kelamin yang dikandung adalah dari sperma. Jadi sperma si bapak ini yang membuahi sel telur. Sel telur hanya menerima, sementara sperma ada dua jenis, yang membaca calon anak cewek, dan anak cowok. Jadi tergantung sperma mana yang bisa membuahi sel telur.
Bagaimana tips mempunyai kemungkinan anak laki-laki?
Ada beberapa tips yang dapat dilakukan oleh pasangan. Yang pertama cari tahu dulu masa suburnya. Dengan mengetahui masa subur, kita dapat menentukan kapan waktu kalian boleh berhubungan. Apabila ingin mendapat anak laki-laki, berhubunganlah saat dekat masa subur, misalnya sehari sebelum masa subur. Atau bisa pada saat masa subur. Itu supaya sperma yang membawa calon anak laki-laki membuahi sel telur.
Kedua, memperbanyak jumlah sperma yang membawa calon anak laki-laki. Caranya adalah si bapak makan daging-dagingan mulai dari sebulan sampai tiga bulan sebelum program hamil.
Nah si istri makan sayur-sayuran sebulan hingga tiga bulan juga sebelum program hamil. Tetapi harus diingat jangan cuma makan daging, terus yang lain enggak dimakan. Atau cuma makan sayuran, terus yang lain enggak dimakan. Itu tetap makan harus bergizi jadi harus seberagam mungkin dan bergizi.
Bagaimana posisi berhubungan agar kemungkinan mendapat anak laki-laki?
Mengenai posisi berhubungan sendiri, intinya tidak ada posisi yang harus dilakukan, tetapi penetrasinya harus lebih dalam. Tujuannya saat sperma diejakulasikan itu dia langsung masuk ke dalam si rahim. Jadi kalau penetrasinya kurang dalam, itu jarak tempuh sperma untuk membuahi sel terus jadi lebih jauh.
Hal berikut yang dapat dilakukan pasangan adalah merubah pH vagina, jadi dalam vagina ada keasaman tertentu supaya vaginanya tidak terinfeksi. Jadi untuk meningkatkan peluang anak laki-lakii, dapat kita ubah nih pH-nya menjadi lebih basa. Caranya bisa pakai baking soda, jadi dicuci daerah miss V pakai baking soda.
Pada saat sudah dicuci, barulah berhubungan. Tapi apabila ingin melakukan hal tersebut, sebaiknya konsultasikan dulu deh ke dokternya, gimana caranya supaya tetap steril. Jadi jangan sampai dicuci-cuci, eh taunya jadi iritasi, bengkak, keputihan. Nah itu akan jadi masalah tuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!