Suara.com - Penyakit gagal ginjal kini tengah ramai diperbincangkan usai adanya kemungkinan cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) dalam obat sirup. Dikhawatirkan, anak-anak khususnya, akan menderita gangguan organ dalam ini.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri mengeluarkan edaran bagi sejumlah pihak termasuk tenaga kesehatan dan apotek untuk menghentikan sementara pemberian obat tersebut. Tepatnya selama kandungan itu diperiksa.
Namun, masih banyak orang yang belum paham jika gagal ginjal akut ini berbeda dengan gagal ginjal kronis. Nah, untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.
Gagal Ginjal Akut
Gagal ginjal akut adalah penurunan mendadak fungsi ginjal yang berkembang dalam tujuh hari. Hal ini dibuktikan dengan output urin yang menurun serta meningkatnya kadar kreatin dalam darah.
Penyakit ini terlihat pada 10-15 persen orang yang dirawat di rumah sakit dan lebih dari 50 persen orang yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU). Sementara penyebabnya sendiri beragam tergantung jenisnya.
Adapun jenisnya terdiri dari gagal ginjal prerenal (berkurangnya aliran darah ke kedua ginjal), gagal ginjal intrinsik (gangguan yang mempengaruhi kondisi ginjal secara langsung), serta gagal ginjal postrenal (ada obstraksi hilir urin).
Namun, gagal ginjal akut secara umum disebabkan oleh sejumlah kondisi yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal dengan cepat. Diantaranya yang memicu dehidrasi, mual, kelelahan, sesak napas, pembengkakan kaki, nyeri dada, kejang, hingga kebingungan.
Perawatan untuk gagal ginjal akut biasanya membutuhkan rawat inap di rumah sakit. Jika tidak segera ditangani, bisa berujung kematian. Adapun pengobatannya dapat berupa menyuntikkan cairan intravena, diuretik, atau kalsium intravena.
Baca Juga: Antisipasi Kasus Gagal Ginjal Akut, Polres Demak Pastikan Obat Sirup Anak tak Beredar di Apotek
Gagal Ginjal Kronis
Sementara gagal ginjal kronis merupakan hilangnya fungsi ginjal secara bertahap selama beberapa bulan atau tahun. Sebagian besar disebabkan oleh tiga kondisi yang mempengaruhi struktur internal ginjal.
Di antaranya, tekanan darah tinggi (menyebabkan penyempitan pembuluh darah), diabetes (merusak filter ginjal), dan glomerulonefritis (peradangan yang disebabkan oleh sejumlah bakteri, seperti autoimun).
Gagal ginjal kronis juga dapat disebabkan oleh refluks nefropati (aliran balik urin ke ginjal), penyakit ginjal polikistik (kelainan genetik yang menyebabkan pembentukan kista di ginjal), atau obat-obatan yang bisa merusak ginjal secara permanen.
Sementara gejala dari gagal ginjal kronis ini meliputi selalu merasa lelah, nafas berbau amonia, nafsu makan menurun, kulit kering dan gatal, pergelangan kaki bengkak, sering buang air kecil, susah tidur, sulit berkonsentrasi, hingga kram otot.
Tidak ada obat khusus untuk gagal ginjal kronis, namun ada perawatan yang dapat menjaga fungsi ginjal dan memperlambat perkembangan penyakit. Ini dimulai dengan identifikasi serta pengelolaan penyebab yang mendasarinya.
Berita Terkait
-
Antisipasi Kasus Gagal Ginjal Akut, Polres Demak Pastikan Obat Sirup Anak tak Beredar di Apotek
-
Cerita Orang Tua yang Kehilangan Anaknya karena Gagal Ginjal Akut
-
Media AS Kabarkan Indonesia Larang Penjualan Semua Obat Batuk Sirup Usai 99 Anak Meninggal
-
Balita Berusia 8 Bulan Meninggal, Pemkab Banyumas Waspadai Kasus Gagal Ginjal Akut
-
Larangan Obat Sirup, Apotek, Nakes dan Dokter di Cianjur Dipoloti Pemda
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 5 Mobil Bekas Toyota Pengganti Avanza, Muat Banyak Penumpang dan Tahan Banting
- 27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 Januari 2026: Ada Arsenal 110-115 dan Shards
- iQOO 15R Lolos Sertifikasi Resmi, Harga Diprediksi Lebih Terjangkau
Pilihan
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Baterai Jumbo, Aman untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar