Suara.com - Penyebaran virus Covid-19 seolah tak pernah sirna di kehidupan sehari-hari kita. Berbagai jenis virus baru hasil mutasi gen virus yang membuat dunia harus terbatas selama lebih dari 2 tahun ini kembali menyerang dunia. Kali ini, virus Covid-19 jenis XBB menjadi momok besar bagi masyarakat.
Virus yang pertama kali ditemukan di India ini akhirnya masuk ke Indonesia pada Oktober kemarin. Pada 1 Oktober 2022, pemerintah Indonesia resmi menyatakan bahwa virus jenis XBB yang merupakan subvarian dari virus Covid-19 jenis Omicron SAR-CoV-2 telah terdeteksi di Indonesia.
Kemenkes pun mulai mengungkap satu persatu fakta soal penyebaran virus ini. Simak inilah 5 fakta Covid-19 jenis XBB selengkapnya.
1. Rentan infeksi orang yang belum pernah menderita Covid
Virus jenis ini pun diungkap oleh Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dapat menginfeksi orang yang belum pernah menderita Covid-19 sebelumnya.
"Hati-hati risiko menderita COVID-19 dengan XBB ini lebih tinggi dibandingkan orang yang pernah kena COVID-19. Jadi yang diserang (virus) justru orang yang tidak pernah kena COVID-19," kata Ketua Satgas COVID-19 PB IDI Erlina Burhan dalam Media Briefing terkait perkembangan kasus COVID-19.
2. Kasus Covid Indonesia naik karena varian XBB
Kenaikan angka penderita Covid-19 juga kembali melonjak pada pertengahan Oktober kemarin. Setidaknya, ada 3000 kasus baru dalam satu hari. Sejak diumumkannya masuknya varian XBB di Indonesia, lonjakan kasus yang semakin tinggi pun mulai didalami oleh Kemenkes soal pengaruh masuknya XBB di Indonesia. Pemerintah pun menghimbau untuk tetap disiplin protokol kesehatan.
3. Gejala virus XBB
Baca Juga: Indikasi Kasus Meningkat, Pokja Genetik FKKMK UGM Perkirakan Covid-19 Varian XBB Sudah Masuk Jogja
Sama seperti gejala Covid-19 jenis sebelumnya, virus XBB ini juga memiliki gejala yang mirip, seperti demam, batuk, pilek, linu di badan, hingga sesak nafas. Namun, virus ini penularannya begitu cepat dan rentan menyerang anak-anak dan lansia.
4. Transmisi lokal wajib diwaspadai
Hingga kini, tercatat ada 8 kasus penderita virus XBB yang terinfeksi akibat transmisi lokal. Hal ini pun menjadi perhatian pemerintah untuk kembali menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat di kehidupan sehari-hari seperti perkantoran, sekolah, hingga kegiatan publik lainnya yang membuat kerumunan dan minimnya jarak antar orang-orang
5. Pembatasan WNA atau WNI dari luar negeri
Peningkatan kasus Covid-19 ini juga tidak lepas dari masih banyaknya WNA yang masuk ke Indonesia atau WNI yang baru pulang dari luar negeri dan menjadi pembawa virus tersebut. Hal ini pun diungkap oleh Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes, Dr. Achmad Farchanny Tri Adryanto.
"Langkah pertama untuk meminimalisir sebaran Xbb ini, kita melakukan penguatan terutama di pintu masuk negara (seperti) pelabuhan, atau bandara,” ujar Dr. Achmad epada wartawan, Kamis (27/10).
Berita Terkait
-
Indikasi Kasus Meningkat, Pokja Genetik FKKMK UGM Perkirakan Covid-19 Varian XBB Sudah Masuk Jogja
-
Kasus Bertambah Lagi, Dua Orang Meninggal karena Covid-19 di Riau
-
Seribu Dosis Vaksin Pfizer Ludes di Bontang, Stok Kembali Kosong: Peminatnya Tinggi
-
Bantu Perangi COVID-19 di China, Aksi Sukarelawan Asing Ini Curi Perhatian
-
Update COVID-19 Jakarta 3 November: Positif 1.823, Sembuh 1.121, dan Meninggal 3 Orang
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit
-
Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin