Suara.com - Sejumlah acara konser sudah digelar secara langsung sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru. Meski begitu, masyarakat diingatkan harus tetap waspada karena masih ada ancaman infeksi Covid-19 subvarian XBB di Indonesia.
Epidemiolog Dicky Budiman mengatakan, acara besar seperti konser sebenarnya tidak masalah dilakukan selama dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
"Sebetulnya tidak menjadi masalah kalau konser atau event besar itu memenuhi atau menerapkan protokol kesehatan. Dalam artian prinsipnya adalah yang datang ke konser itu sudah berstatus booster dan dalam kondisi terprotektisi," kata Dicky dihubungi suara.com, Jumat (11/11/2022).
Ia menyarankan kepada seluruh penonton konser sebaiknya sudah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau booster maksimal enam bulan lalu. Dicky menegaskan bahwa booster bisa meningkatkan imunitas tubuh.
"Kemudian semua memakai masker, setidaknya (jarak penonton) maksimal sekali 1 meter persegi per orang, itu yang harus dipenuhi. Kalau bisa 2 meter persegi per orang itu bagus banget. Tapi setidaknya satu meter per orang," imbuhnya.
Selain itu, dosen di Universitas Griffith Australia itu juga menyarankan sebaiknya pilih konser yang digelar di ruangan terbuka dan menjalankan aturan ketat. Meski terkesan merepotkan, namun hal tersebut sebenarnya lebih aman untuk menurunkan risiko infeksi.
Penonton sendiri harus bisa menyadari apabila mengalami gejala mirip Covid-19, sebaiknya tidak bepergian.
"Bukan hanya dilihat dari status Peduli Lindungi, tapi secara gejala jangan ada yang batuk, pilek, itu harus dilakukan pembatasan atau upaya seperti itu," pesannya.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta sebelumnya membuat aturan untuk membatasi izin konser karena lonjakan Covid-19 kembali terjadi.
Baca Juga: 8 Fakta Kisruh Nia Ramadhani saat Nonton Konser MLTR, Bantah Serobot Kursi Orang
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta agar aturan tersebut diikuti oleh Dinas Kesehatan di daerah lain.
Dikatakan Juru Bicara Kemenkes, dr. Moh Syahril, provinsi lain sebaiknya juga membatasi izin konser karena acara tersebut bisa jadi pemicu kerumunan.
"Kemenkes sangat setuju sangat senang, karena memang harus dilakukan oleh seluruh yang terkait, dan terimakasih kepada DKI, bahwa bukan hanya DKI, seluruh provinsi harus pintar-pintar, harus bijaksana dalam melakukan ini," ujar Syahril saat konferensi pers, Kamis (10/11/2022).
Syahril mengatakan pembatasan kerumunan perlu dibatasi, karena selain berisiko tinggi tularkan Covid-19, tapi juga ada potensi kerusuhan bila kerumunan tidak diatur dengan baik seperti beberapa kasus kerusuhan yang memakan korban ratusan jiwa baik di dalam dan luar negeri.
Berita Terkait
-
Yeji ITZY Alami Hernia Diskus, Partisipasi di Konser TUNNEL VISION Dibatasi
-
Buntut Kesehatan Menurun, Zayn Malik Batalkan Tur Konser The Konnakol
-
Hentak Panggung Hammersonic 2026, Vokalis Speed Takjub Lihat Ribuan Hardcore Jakarta
-
Dari Bandung hingga Australia, Ribuan Massa Berbaju Hitam Padati Perayaan 10 Tahun Hammersonic
-
Jadi Acara Privat, Intip Jadwal Hammersonic 2026 Hari Ini: Ada Jinjer hingga Parkway Drive!
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif