Suara.com - Eka Hospital hadir dalam event tahunan Kongres Nasional yang digelar Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI). Ajang tahunan ini diselengarakan di Hotel Shangrila Jakarta pada 9-12 November 2022.
Kongres Nasional PABOI merupakan agenda rutin yang dihadiri oleh sekitar 500 dokter spesialis ortopedi dan sub spesialis dari berbagai wilayah di Indonesia. Gelaran yang berlangsung selama 4 (empat) hari tersebut diisi dengan berbagai macam kegiatan menarik seperti seminar awam dan seminar medis ortopedi, serta pameran booth.
Dalam event dokter ortopedi terbesar se-Indonesia ini, Eka Hospital menjadi satu-satunya rumah sakit yang ikut berpatisipasi. Tentunya hal tersebut sejalan dengan Pusat Unggulan Eka Hospital sebagai salah satu rumah sakit rujukan terdepan yang telah mendirikan beberapa pusat layanan terpadu, dan pusat unggulan yang siap memenuhi kebutuhan masyarakat akan kesehatan berkualitas lebih baik.
Seperti diketahui, saat ini Eka Hospital telah memiliki Pusat Ortopedi yang bernama Gatam Institute yang merupakan Pusat Ortopedi & Tulang Belakang terpadu dengan Platform Revolusioner Robot Navigasi Pertama di Asia Tenggara yang membantu meningkatkan keamanan pasien dalam menjalani operasi tulang belakang dengan tingkat akurasi penempatan screws (implan) mencapai 99,9%.
Eka Hospital juga memiliki sederet teknologi canggih mulai dari Pro Axis Table yang merupakan meja operasi dengan teknologi robotic untuk operasi tulang belakang. Pro Axis Table merupakan salah satu meja operasi tulang belakang paling canggih yang ada di dunia saat ini dan Eka Hospital menjadi yang pertama memiliki meja ini di Indonesia.
Teknologi canggih lainnya yang dimiliki Eka Hospital yaitu O-arm untuk mendukung operasi tulang belakang, khususnya untuk kasus skoliosis. O-arm di Eka Hospital merupakan satu-satunya mesin yang ada di Indonesia saat ini dan seri yang dimiliki adalah seri O-arm 2 yang merupakan seri tercanggih dari O-arm. Fungsi O-arm pada dasarnya mirip dengan fungsi CT Scan tetapi memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan CT Scan. O-arm ini bersifat portable sehingga pemeriksaan bisa dilakukan di tengah-tengah operasi sedang berlangsung.
Pada kesempatan yang sama, Dr. dr. Luthfi Gatam, Sp.OT (K) Spine selaku Chairman Gatam Institute Orthophedy and Spine Centre Eka Hospital Grup menjelaskan bahwa dengan kolaborasi teknologi kedokteran berupa robot navigasi dan keahlian tim dokter ortopedi Gatam Institute Eka Hospital diharapkan akan membawa tindakan operasi tulang belakang di Indonesia ke era baru dan tentunya tidak kalah dengan perkembangan dunia kedokteran di luar negeri. “Layanan ortopedi Gatam Institute ini hadir di seluruh jaringan rumah sakit Eka Hospital, baik di BSD City, Cibubur, Bekasi, dan Pekanbaru,” ungkap dr. Luthfi yang juga sempat menjabat Ketua PABOI periode 2014-2016.
Sementara itu, Ketua pelaksana Kongres Nasional Bedah Ortopedi 2022 Prof. Ismail HD, MD, Ph.D menambahkan kegiatan ini dirancang sebagai wadah diskusi serta berbagi wawasan para tenaga profesional kesehatan terkait dan pembaruan terkini tentang penelitian terakhir serta perkembangan pesat ortopedi.
Tak hanya diskusi mengenai ortopedi, acara ini juga ajang pemilihan ketua PABOI periode 2022-2024. Selanjutnya acara diakhiri dengan hiburan oleh Entertainer Master Romy Rafael serta Meet and Greet Putri Indonesia 2022 perwakilan DKI Jakarta 4 Imay Panay dan Putri Indonesia 2022 perwakilan DKI Jakarta 6 Maureethania Miranda di booth milik Eka Hospital.
Berita Terkait
-
Kata Dokter Forensik Soal Satu Keluarga Tewas di Kalideres Ditemukan Mengering: Dugaan Keracunan dan Misteri Kapur Barus
-
Alasan Biaya Menjadi Penyebab Sebagian Orang Enggan Lakukan Pemeriksaan ke Dokter Gigi, Benarkah?
-
Dokter Spesialis Forensik Ungkap Teka-Teki Kapur Barus dan Bedak di Kasus 4 Jenazah Kalideres, Untuk Hilangkan Bau?
-
Ingat Suami Istri Jangan Pernah Beri Servis Gaya Mulut Jika Alami Kondisi Ini Kata Dokter Boyke, Bahaya!
-
Tegas Dokter Boyke Minta Pria Jangan Ketergantungan Sama 3 Benda Ini Kalau Tidak Ingin Rudal Rusak
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi