Suara.com - Dokter Zaidul Akbar mengungkap minuman herbal untuk gangguan menstruasi yang mudah dibuat di rumah karena hanya butuh dua bahan utama yang mudah ditemukan.
Adapun bahan herbal itu hanya terdiri dari jahe dan sereh yang ditunjuk, lalu menggunakan air panas sebelum akhirnya diminum.
"Yang lagi masalah menstruasi, yang lagi kabarnya lagi naik meningkat kasusnya. Bisa konsumsi ramuan ini ya," ujar dr. Zaidul pencetus Jurus Sehat Rasulullah (JSR) di Instagram pribadinya, dikutip suara.com, Selasa (20/12/2022).
"Kunyit digeprek, sereh digeprek, kasih air panas lalu minum," sambung dr. Zaidul.
Sementara itu mengutip Hello Sehat, kunyit mengandung kurkumin kunyit yang punya efek seperti pereda nyeri alami atau analgesik, yang bekerja dengan melemaskan kontraksi rahim penyebab perut kram.
Kurkumin juga mengurangi aliran masuk ion kalsium pada sel-sel epitel rahim dan mengurangi produksi prostaglandin, hormon yang menciptakan rasa sakit dan peradangan.
Ditambah manfaat kunyit ini bisa semakin diperkuat oleh efek antioksidan tanin, saponin, sesquiterpenes, dan alkaloid dari asam jawa.
Sedangkan untuk serai, meski tidak spesifik untuk rahim, namun manfaat serai disebut bisa membantu atasi berbagai masalah menstruasi, termasuk melancarkan aliran darah menstruasi.
Selain itu, serai juga diduga dapat membantu mengatasi kram perut, sakit kepala, hingga mood swings yang merupakan gejala premenstrual syndrome (PMS).
Apalagi mengonsumsi sereh dalam jumlah wajar atau menggunakan minyak esensial dari serai nberpotensi mengurangi rasa sakit, stres, hingga memperbaiki suasana hati.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata