Suara.com - Korea Selatan mencatat kasus COVID-19 tertinggi sehari dalam lebih dari tiga bulan terakhir, saat gelombang virus terjadi pada musim dingin. Data terkait menyebut, kasus COVId-19 menembus angka 87.000 pada Selasa (20/12/2022).
Otoritas setempat mencatat 87.559 kasus harian COVID-19, termasuk 74 kasus impor, sehingga total jumlah kasus selama pandemi mencapai 28.302.474, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA).
Angka itu adalah rekor tertinggi sejak 93.949 kasus dilaporkan pada 14 September.
Peningkatan COVID-19 di Korsel belakangan ini memunculkan kekhawatiran meningkatnya virus corona pada musim dingin.
Pada Selasa dan Rabu pekan lalu kasus harian COVID berada di atas angka 80.000.
KDCA juga melaporkan 56 kematian baru COVID pada Selasa, sehingga total kematian selama pandemi menjadi 31.490 kasus. Tingkat kematian COVID di negara itu masih sebesar 0,11 persen.
Jumlah pasien parah pada Selasa tercatat 519 kasus, turun 16 dari hari sebelumnya.
Garis kurva COVID yang kembali naik memberi tekanan pada rencana pemerintah untuk menghapus kewajiban pemakaian masker di dalam ruangan, aturan yang masih berlaku di Korsel sejak wabah itu muncul hampir tiga tahun lalu.
Otoritas kesehatan diperkirakan akan mengumumkan rencana penghapusan aturan itu secara bertahap pekan ini karena penyebaran virus mulai melandai.
Baca Juga: Rocky Gerung Singgung Intelijen dalam Insiden di Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Akan tetapi, sejumlah pakar menyatakan kekhawatiran pada keputusan itu, yang mereka nilai diambil secara tergesa-gesa.
Pemerintah sedang mempertimbangkan penghapusan aturan masker di dalam ruangan mulai pekan ketiga Januari, dengan pengecualian di tempat-tempat ramai seperti transportasi umum dan fasilitas kesehatan.
Kasus serupa juga ditemukan di China, saat ini, berdasarkan data terkait, negeri tirai bambu juga tengah mengalami kenaikan kasus COVId-19 pasca kelonggaran yang diberikan pemerintah.
Berita Terkait
-
Perusahaan Elektronik Asal Taiwan akan Didenda Pemerintah atas Dugaan Investasi di China
-
Korban Kecelakaan Kereta Cepat Jakarta Bandung Semua dari China
-
Hyundai Kembangkan Bus Menjadi Kantor Berjalan Penuh Kemewahan
-
Masih Ingat Nanda Perempuan Minang yang Dinikahi Oppa Korea? Begini Kabar Terbarunya di Korea Selatan
-
Rocky Gerung Singgung Intelijen dalam Insiden di Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
Alasan Proof of Reserve (PoR) Penting dalam Bursa Kripto, Ini Penjelasannya
-
Nilai Tukar Won Merosot, Laba Korean Air Ikut Anjlok 20%
-
Target Harga BBRI saat Sahamnya Ramai Diborong Investor Asing
-
82 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Gegara Banjir Tutupi Rel
-
Citi Kurangi 1.000 Pekerjaan Selama Sepekan
-
Banjir Mulai Surut, Tol Bandara Soetta Mulai Bisa Dilalui Kendaraan
-
Gegara Aksi Trump, 4 Bank Venuzuela Ketiban Untung Raih Dana Segar Rp 8,4 T
-
Menhub Minta Masyarakat Tak Berspekulasi Soal Hilang Kontak Pesawat ATR 42-500
-
Airlangga Targetkan Kunjungan Wisman 17,6 Juta di 2026, Pendapatan Devisa Rp 24,7 Miliar
-
Respon ATR Setelah Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros