Suara.com - Eka Hospital Group memperluas layanannya dengan mendirikan rumah sakit di kawasan premium Jakarta, yaitu di Jl. MT Haryono, Jakarta Selatan dan Jl. IR. H. Juanda, Jakarta Pusat. Groundbreaking Ceremony dilakukan oleh Anton Mailoa selaku Head of Commissioner Office Eka Hospital Group beserta jajaran Direksi Eka Hospital Group pada Kamis, (29/12/2022).
Dibangun di atas lahan seluas 7.900 meter persegi akan didirikan 16 lantai untuk Eka Hospital MT Haryono serta 9.600 meter persegi dengan 24 lantai untuk Eka Hospital Juanda, diperkirakan pembangunan 2 Rumah Sakit memakan waktu selama 24 bulan dan akan beroperasi pada 2024 mendatang.
Pada kesempatan yang sama, sebagai bentuk kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Eka Hospital Group mengunjungi Panti Asuhan Yatim Piatu & Dhuafa Mizan Amanah Asem Baris serta Yatim & Dhuafa di Kelurahan Kebon Kelapa. Melalui aksi sosial ini, Eka Hospital Group turut berbagi kepedulian dengan memberikan santunan kepada anak-anak yang berada di panti tersebut.
Beroperasi sejak 2008 dan masih terus berekspansi, Eka Hospital Group yang berada dibawah bendera Sinar Mas saat ini memiliki rumah sakit di Bumi Serpong Damai (BSD), Bekasi, Cibubur, dan Pekanbaru. Eka Hospital MT Haryono dan Juanda menjadi rumah sakit kelima yang dibangun sendiri (greenfields) oleh Eka Hospital Group.
Drg. Rina Setiawati, Chief Operating Officer Eka Hospital Group menjelaskan, Eka Hospital memiliki misi membuka akses seluas-luasnya untuk masyarakat sehinga mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Hal tersebut tentunya, didukung oleh tim dokter subspesialis juga dilengkapi dengan fasilitas teknologi baru dunia.
“Kami berkeyakinan untuk memberikan pelayanan kesehatan di Jakarta area, karena Eka Hospital memiliki sejumlah Dokter yang sangat berpengalaman dan kini menjadi Chairman dari masing-masing layanan unggulan yang kami miliki seperti Pusat Ortopedi & Tulang Belakang, Pusat Aritmia & Intervensi Jantung, Pusat Diabetes Terpadu, Pusat Kemoterapi dan Kanker Terpadu, Pusat Sistem Pencernaan & Endoskopi, Pusat Sistem Saluran Kemih & Reproduksi Pria, Pusat Layanan Kebidanan dan Kandungan dan Pusat Pelayanan Kesehatan Anak Terpadu”, katanya dalam keterangan pers.
Eka Hospital Juanda nantinya akan dikhususkan untuk Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah yang dikepalai oleh DR. Dr. Muhammad Yamin, Sp.JP (K), Sp.PD, FACC, FSCAI. Cardiac Center merupakan Unit Layanan Jantung & Pembuluh Darah atau Unit Kardiovaskuler yang menawarkan layanan lengkap untuk berbagai kasus seperti tindakan aritmia dimana Eka Hospital memiliki 5 Konsultan Aritmia, pemasangan pacu jantung, tindakan intervensi dan pembuluh darah, tindakan intervensi jantung, bedah jantung dan toraks juga kasus sulit lainnya.
Eka Hospital menjadi salah satu rumah sakit di Indonesia yang memiliki komitmen mengedepankan inovasi pelayanan kesehatan komprehensif di seluruh Indonesia dengan mendorong pemanfaatan teknologi dalam menangani pasien mulai dari penerapan Electronic Medical Record (EMR) menyeluruh dan terintegrasi. EMR memungkinkan seluruh data pasien tersimpan secara elektronik sehingga tingkat keamanan sangat tinggi dan memudahkan dalam menganalisa informasi medis guna meningkatkan kecepatan dan ketepatan diagnosa.
Baca Juga: Eka Hospital Skrining Kanker Payudara Gratis bagi Karyawan Perempuan
Berita Terkait
-
Indra Bekti Pendarahan Otak, Pesta Kejutan Ulang Tahun dari Sang Istri Batal Terlaksana
-
Apa Penyebab Pendarahan Otak yang Dialami Indra Bekti? Ternyata Karena Hal Ini
-
Indra Bekti Pingsan di Tempat Kerja Kini Dirawat di RS Abdi Wulyo, Diagnosa Awal Alami Pendarahan Otak
-
Kondisi Terkini Indra Bekti Usai Ditemukan Pingsan di Toilet Akibat Pendarahan Otak
-
Dua Motor Terlibat 'Adu Banteng' di Purwakarta, Kondisi Korban Begini
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya