Suara.com - Temuan mengejutkan dilaporkan oleh Forum Anak, bahwa daerah yang berpredikat Kota Layak Anak (KLA) seperti Kabupaten Sleman dan Kota Bekasi ternyata masih memiliki iklan rokok, yang bahkan dipasang di dekat sekolah.
Fakta ini didapat dari 158 anak dari 9 Forum Anak yang tergabung dalam Tim Pemantauan Iklan Promosi dan Sponsor (IPS). Hasilnya anak-anak ini menemukan meski 9 kabupaten dan kota layak anak (KLA) ini sudah memiliki kawasan tanpa rokok (KTR) tapi nyatanya iklan rokok masih terpampang di area publik.
Padahal larangan iklan rokok adalah kriteria ke-17 yang harus dipenuhi agar daerah tersebut bisa meraih predikat Kota Layak Anak.
Adapun pemantauan ini dilakukan sejak 23 hingga 30 Oktober 2022 di Kota Tangerang, Kota Pangkal Pinang, Kabupaen Pesisir Selatan, Kabupaten Sleman, Kabupaten Siak, Kota Bekasi, Tangerang Selatan, Banjarmasin, dan Kota Makassar.
Sebelum melakukan pemantauan, ratusan anak-anak ini mendapat pelatihan dari Lentera Anak pada 8 hingga 11 Oktober 2022 di Depok. Hasilnya, mereka berkolaborasi dengan pengurus Forum Anak di kabupaten kota dan kecamatan untuk melakukan pemantauan.
“Saya mengikuti bagaimana mereka berproses bersama sejak Oktober 2022, sejak mendapatkan pelatihan dan mereka memahami permasalahan rokok, menemukan permasalahan yang nyata di lingkungan mereka,"
"Mereka lihat, alami dan rasakan sendiri, hingga hari ini, mereka menyampaikan kepada kita para orang dewasa, apa yang menjadi kegelisahan dan harapan mereka terhadap permasalahan rokok,” kata Ketua Lentera Anak, Lisda Sundari melalui keterangannya di Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/1/2023).
Lisda juga mengaku miris dengan temuan di tengah tingginya prevalensi perokok anak, tapi di kota berpredikat kota layak anak masih ditemukan promosi dan iklan rokok.
Contohnya hasil pemantauan di Kabupaten Sleman ada 132 iklan di titik penjualan rokok, bahkan 1 dari 3 titik penjualan terpantau ada di sekitar sekolah.
Baca Juga: Detik-detik Maling di Kembangan Jebol Atap Minimarket, Gondol Cokelat dan Rokok
Adapun rincian iklan paling banyak ditemukan di Kabupaten Sleman itu, berbentuk stiker sebanyak 71% dengan bertemakan merk rokok sebesar 86%.
Untuk merek rokok paling banyak ditemukan yakni DjiSamSoe, Gudang Garam, Signature, dan Diplomat. Ditemukan juga 15 iklan dan promosi di luar ruangan, dengan 6 iklan berbentuk spanduk berada di sekitar sekolah.
Tidak hanya itu, di Kabupaten Siak yang juga mendapat penghargaan Kota Layak Anak Utama, menemukan 8 iklan penjualan rokok, yang sebagian besar punya tema seni dan persahabatan dalam bentuk stiker dan neonbox.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional