Suara.com - Kabar sakitnya Nunung Srimulat membuat sejumlah sahabatnya iba, sqlah satunya Sule yang pernah lama menjadi rekan kerja di acara komedi Opera Van Java (OVJ).
Sule rupanya sudah tahu sakit yang diderita Nunung sejak syuting bareng beberapa waktu lalu. Nunung tampaknya amat terbuka kepada Sule mengenai kondisi kesehatannya.
"Sebetulnya dari awal-awal sudah tahu, cuma kan enggak tahu penyakitnya. Mami cuma cerita, ada benjolan-benjolan di sini," ujar Sule dalam panggilan video pada Jumat (3/2/2023) di acara FYP Trans 7.
Meski begitu, Nunung diceritakan tidak pernah mengeluhkan sakitnya.
"Kalau Mami mah enggak pernah mengeluh karena yang dipikirin cuma kerja, kerja buat keluarga," kata Sule.
Lebih lanjut, Sule dimintai pendapat mengenai Nunung yang masih kepikiran keluarga. Nunung belum bisa fokus terhadap kondisi kesehatannya karena takut berhenti bekerja dan tidak menghasilkan uang lagi.
"Ya mau gimana, Mami bilang banyak yang harus dibiayain ya mau, enggak mau," kata Sule.
Sule pun memberikan semangat kelada Nunung sambil berusaha menahan tangis.
"Mami jangan pernah mikirin hal apa pun lah. Semangat buat Mami. Kalau ada apa-apa, bilang lah," imbuhnya.
Baca Juga: Rencana Nunung Srimulat Usai Kantongi Hasil Diagnosa Kanker Payudara: Perbanyak Olah Raga
Biaya pengobatan kanker memang tidak sedikit uang. Setiap pasien bisa mencapai biaya pengobatan berbeda-beda, tergantung dari terapi yang dilakukan.
Dikutip dari Lifepal, biaya operasi kanker payudara di Indonesia berkisar antara Rp40 juta hingga Rp50 juta. Biaya tersebut tidak jauh berbeda dengan rumah sakit luar negeri, seperti Bumrungrad International Hospital di Bangkok yang mencapai Rp67 juta.
Namun mahalnya biaya perawatan kesehatan itu bisa terjamin bila memiliki asuransi penyakit kritis. Santunan tunai bisa digunakan untuk melunasi biaya operasi kanker di rumah sakit.
Selain asuransi swasta, jaminan kesehatan dari negara atau BPJS juga menanggung biaya pengobatan seluruh jenis kanker, termasuk kanker payudara.
Kanker memang termasuk penyakit katastropik atau penyakit yang buruh mengobatan lama dan biaya besar. Penyakit katastropik masih menempati urutan teratas dalam pembiayaan pelayanan kesehatan Program JKN-KIS.
Dikutip dari situs BPjS Kesehatan, pasien kanker yang dijamin oleh Program JKN-KIS paling banyak berusia 41-60 tahun, 69 persen penderitanya adalah perempuan. Sementara, kanker yang paling banyak diderita dan menyedot biaya pelayanan kesehatan tertinggi adalah kanker payudara, disusul dengan kanker di bagian pencernaan dan kanker serviks.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak