Suara.com - Cara mudah dan mudah menurunkan risiko stroke dan penyakit jantung sudah ditemukan, yakni dengan rutin jalan kaki. Beneran?
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa rutin berjalan kaki secara signifikan mampu mengurangi risiko stroke dan serangan jantung. Melansir dari Daily Mail UK, Sabtu (4/3/2023) berdasarkan Asosiasi Jantung Amerika menyampaikan mereka yang terbiasa berjalan kaki sekitar 3.500 langkah perhari memiliki risiko 77 persen lebih rendah mengalami masalah jantung.
Para peneliti menjelaskan bagi para lansia untuk menambahkan 500 langkah secara bertahap bisa menurunkan kemungkinan risiko penyakit jantung sebesar 14 persen.
“Meskipun kami tidak menekankan untuk mengurangi aktivitas fisik, mendorong peningkatan kecil melalui langkah sederhana dalam jumlah harian juga memiliki manfaat bagi kesehatan jantung secara signifikan,” ungkap Erin E. Dooley, asisten profesor epidemiologi di Universitas Alabama.
Kendati demikian masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan langkah harian yang lebih tinggi. Hal tersebut guna mengetahui apakah langkah yang lebih tinggi bisa mencegah bahkan terhindar dari masalah kesehatan jantung, atau langkah yang sedikit bisa menjadi indikator pemicu masalah kesehatan lainnya.
Seperti disampaikan ahli bidang aktivitas fisik dan prilaku dari Universitas Leicester, Profesor Tom Yates bahwa belum ada bukti pasti mengenai aktivitas berjalan terlalu lama atau banyak yang memberikan segudang manfaat bagi kesehatan tubuh.
Menilik pada penelitian yang dilakukan Dooley dkk, bahwa langkah-langkah tersebut hanya diukur pada titik waktu. Sehingga para peneliti tidak dapat memeriksa apakah perubahan langkah dari waktu ke waktu bisa berdampak pada kesehatan jantung.
Yuk mulai jalan kaki sekarang juga untuk mencegah stroke dan penyakit jantung! (Shilvia Restu Dwicahyani)
Baca Juga: Jalan Kaki 11 Menit Ternyata Bisa Memperpanjang Umur
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar