Suara.com - Simvastatin obat apa? Ketika kadar kolesterol Anda tinggi, simvastatin bisa menjadi salah satu obat yang diandalkan.
Selain karena pola makan yang tidak sehat, kenaikan kolesterol ini kerap terjadi secara mendadak saat lebaran. Pasalnya makanan khas lebaran yang berlemak memang merupakan salah satu sumber kolesterol.
Lantas, bagaimana simvastatin bisa menjadi obat untuk menurunkan kolesterol? Berikut ulasannya.
Apa itu obat simvastatin?
Mengutip dari laman Mayo Clinic, simvastatin adalah obat golongan statin yang digunakan untuk menurunkan kolesterol dalam darah. Obat yang termasuk dalam golongan obat keras ini akan bekerja dengan cara menghambat kinerja enzim pembentuk kolesterol. Dengan begitu, jumlah kolesterol akan perlahan berkurang.
Namun tentu saja kinerja obat simvastatin akan menunjukkan hasil yang maksimal ketika dibarengi dengan perubahan pola hidup. Mulai dari mengurangi konsumsi makanan berlemak, menjaga berat badan, olahraga teratur, dan berhenti merokok.
Aturan pakai simvastatin
Obat ini tidak dianjurkan untuk anak-anak di bawah 10 tahun dan ibu hamil maupun menyusui. Sementara itu, dosis pemakaiannya akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan secara keseluruhan dan gejala yang menyertai.
Pada umumnya, dosis yang diberikan dokter hanya berkisar pada 10 mg per hari. Setiap orang mungkin menerima dosis yang berbeda. Selalu ikuti anjuran dokter dan aturan pada kemasan saat mengonsumsi simvastatin.
Baca Juga: 6 Manfaat Buah Blackberry untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
Simvastatin, obat wajib saat lebaran
Dengan manfaatnya sebagai obat penurun kolesterol, simvastatin kerap diandalkan ketika lebaran karena konsumsi makanan berlemak yang kadang tidak terkontrol.
Namun perlu Anda ingat bahwa simvastatin merupakan golongan obat keras. Ini berarti bahwa penggunaannya harus didasarkan dengan resep dokter. Anda tidak bisa langsung mengonsumsinya ketika merasakan gejala kolesterol tinggi seperti kenaikan berat badan mendadak dan mudah lelah.
Oleh karena itu langkah pertama yang bisa Anda lakukan saat merasa kolesterol sudah tinggi ketika lebaran adalah berhenti mengonsumsi makanan yang menyebabkan lonjakan kolesterol tersebut dan meningkatkan makanan tinggi serat.
Jika kondisi tidak kunjung membaik, Anda bisa periksa ke dokter untuk mendapatkan resep obat simvastatin.
Demikian informasi mengenai simvastatin obat apa. Pastikan Anda selalu mengonsumsinya sesuai anjuran dokter.
Tag
Berita Terkait
-
6 Manfaat Buah Blackberry untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
-
Waspada Lebaran Bikin Kolesterol Naik, Berikut 5 Tips Mengatasinya, Gampang Banget!
-
Waspada Kolesterol Tinggi setelah Lebaran, Ini Cara Mengatasinya
-
Waspada Kolestrol Tinggi! Tips Atur Pola Makan Saat Hari Raya
-
Mitos Terpatahkan: Tidak Semua Rendang Menyebabkan Kolesterol Tinggi
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem