Suara.com - Rumah Sakit PELNI resmi membuka Merial Tower agar bisa mengurangi antrian panjang pasien rawat jalan yang sakit kanker, jantung, hingga stroke. Tapi bisa pakai BPJS Kesehatan gak ya?
Direktur Utama Pertamina Bina Medica IHC, Drg. Mira Dyah Wahyuni sekaligus pengelola RS PELNI mengatakan bangunan Merial Tower sangat dibutuhkan untuk meningkatkan standar pelayanan kesehatan di Indonesia.
Ini karena antrean pasien kanker dan stroke yang melakukan rawat jalan di RS PELNI sangat membludak.
"Setelah Covid-19 rata-rata rawat jalannya 1400. Rumah sakit rawat jalannya di kita (berdasarkan) shift pagi dan sore, tapi ini sampai malam," ujar Drg. Mira saat peresmian Merial Tower, Petamburan, Jakarta Pusat, Kamis (11/5/2023).
Antrean panjang pasien rawat jalan ini menurut Drg. Mira bisa sangat berisiko, karena bisa meningkatkan keparahan penyakit kronis yang diderita pasien akibat lambat ditangani.
"Tadi cath lab sehari 20, kan kasihan sampai ngantri. Kalau radioterapi itu antrenya lama, kasihan ya kankernya udah kemana-mana," sambung Drg. Mira.
Bukan hanya rawat jalan, tingkat tempat tidur alias bed occupancy rate di RS PELNI hampir melebihi standar seharusnya, yang idealnya maksimal 75 persen setiap harinya.
"Tapi RS PELNI ini udah sampai 100 persen. Kadang pasien tidak tertampung, sehingga kami harus rujuk ke RSPP ke RSPJ, kasihan pasien harus kesana kemari, jadi kita menambah kapasitas," lanjut Drg. Mira.
Sehingga dengan adanya Merial Tower, memberikan tambahan 268 tempat tidur rawat inap untuk pasien. Dari total kapasitas tempat tidur itu, 165 diperuntukan untuk pasien BPJS Kesehatan.
Baca Juga: Budiarsa, Terdakwa Dugaan Korupsi Alat Kesehatan di RSUD Badung Dituntut Ringan
"Saat ini kita ada 405 bed akhirnya dari RS Pelni," lanjut Drg. Mira.
Adapun Merial Tower ini adalah gedung baru di kawasan RS PELNI, terdiri dari 12 lantai yang dilengkapi fasilitas penunjang modern dan canggih diantaranya Radioterapi, MRI 1.5 Tesla, CT Scan 128 slice Cath Lab dan Digital radiology.
Terdapat sekitar 190 orang dokter spesialis dan subspesialis dan tenaga medis yang berpengalaman di RS ini.
Rumah Sakit PELNI juga bagian dari Pertamina Bina Medika IHC, sebagai holding rumah sakit BUMN Indonesia. Saat ini IHC mengoperasikan lebih dari 75 rumah sakit di seluruh Indonesia.
Dengan adanya tambahan gedung baru ini, RS PELNI yang sebelumnya terkenal dengan layanan bedah jantung dan bedah syaraf, kini bisa menambah fokusnya menangani perawatan pasien kanker.
“Saat ini RS PELNI merupakan rumah sakit yang menjadi rujukan untuk kasus dan tindakan tingkat lanjut yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Atas kondisi tersebut mendorong kami untuk meningkatkan kapasitas pelayanan yang ditunjang dengan peningkatan kompetensi tenaga medis, serta peralatan yang canggih dan modern khususnya di bidang pengobatan kanker,” timpal Direktur Utama PT RS PELNI dr. Dewi Fankuningdyah Fitriana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS