Sebaliknya, justru perlu bersikap terbuka untuk mendengarkan pendapat pasangan tentang pola asuh yang dilakukannya. Karena cara komunikasi yang terbuka akan lebih efektif dibandingkan saling menyalahkan.
Misalnya, saat pasangan membentak anak, tanyakan dulu alasannya melakukan hal itu. Setelah mendengar alasannya, lalu menyampaikan pandanganmu seperti, “Kalau kamu membentak, Si Kecil enggak akan tahu kalau kamu bermaksud mengajarkan disiplin kepadanya. Sampaikan dengan cara yang baik aku rasa lebih baik. Menurutmu bagaimana?”
3. Hindari Kritik Pasangan di Depan Si Kecil
Kalau Anda punya perbedaan pandangan dengan pasangan, sebaiknya, bicarakan hal tersebut berdua saja. Karena perdebatan panjang atau konflik di depan Si Kecil hanya akan membuatnya bingung dan takut. Atau jika tetap ingin membenarkannya, lakukan dengan cara yang baik tanpa menyalahkan.
Karena bisa saja, pasangan lupa dengan apa yang telah disepakati bersama. Misalnya, saat ayah tiba-tiba membiarkan Si Kecil memberantakkan mainannya, ibu bisa mengatakan, “Kalau mainan berantakan, adik harus apa hayo?”.
4. Tetapkan Batasan
Saat berdiskusi dengan pasangan, perlu juga menentukan batasan-batasan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam mengasuh Si Kecil. Misalnya, saat pasangan sepakat untuk tidak melakukan kekerasan verbal, kekerasan fisik, dan “menyogok” anak agar patuh.
Selain agar Si Kecil tidak bingung, cara ini akan semakin mempertegas nilai apa saja yang ingin kamu tanamkan kepada Si Kecil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius